My Story's

Jumat, 09 November 2018

You're My Mine Chapter 6 ^^

                                                                         
cameff_1511135565578.png
             
                       Chapter 6
               “Akan ku kembalikan apa yang seharusnya jadi milik gue”


Yuhuuu langsung aja ya …

Sesampainya dirumah Gea, Rei langsung pamit Gea tahu apa yang sedang Rei pikirkan sepanjang perjalanan tadi, namun dia tak berani untuk bertanya sebelum Rei duluan yang bicara. Saat tiba dikamar Gea langsung merebahkan badan ditempat ternyamannya, sesaat bayangnanya kembali pada kejadian tadi dirumah Dilan, tidak bisa dipungkiri Gea benar-benar merindukan orang itu juga. Saat pukul 7 malam Gea sedang membaca novel disofa didalam kamarnya Tiba-tiba handphonenya mendapat notif satu pesan dan ternyata itu dari Dilan.

            Dilan Nata Danishwara

            Lo lagi dimana? Gue kerumah lo sekarang!

Mata Gea terbelalak melihat pesan itu, dia bingung untuk menjawabnya dan membiarkan pesan Dilan. Gea benar-benar khawatir, gugup dan bingung kalo sampe Dilan benar-benar datang kerumahnya ia harus berbuat apa? Apa dia jawab saja sedang tidak ada dirumah? Tapi apa dilan bakal percaya? Oh ya tuhan Gea benar-benar bingung harus bersikap seperti apa jika bertemu Dilan.
Dan benar saja tiba-tiba Bi Sari mengetuk pintu kamarnya dan memberitahukan bahwa ada Den Dilan dibawah. Bi Sari sudah mengenal Dilan sejak kecil karena bi Sari Memang sudah bekerja puluhan tahun dirumahnya Gea, dan menemani Gea saat mamah papanya banyak kerjaan diluar kota.
”ya, ampun gue harus gimana ini?” gerutu Gea. Lalu kemudian Geapun turun dan menghampiri Dilan yang ternyata sedang bermain bersama si Embul, Kucing kesayangan mamanya. Gea pura-pura batuk dan menyadarkan Dilan yang tengah asik sama si Embul. “eh, lo udah Turun” ujarnya.
“lo mau ngapain kesini?” Tanya Gea langsung.
“si Embul gak berubah ya? Dia tetep gembul lucu kek dulu” ujar Dilan mengalihkan pertanyaan Gea.
“Lan! Ngapain lagi sih?” Tanya Gea sedikit meninggi. Lalu Dilanpun menjawab.
“Gue pengen maen aja kerumah lo lagian udah lama banget kan gue gak kesini? Atau karena lo udah sama  rei sekarang gue gak bisa kerumah ini lagi?” ujarnya.
“lo apaan sih bawa-bawa Rei terus? Bukannya lo sendirikan yang mutusin pergi dulu” gerutu Gea akhirnya. Merekapun terdiam sesaat lalu Dilan mendekati Gea,
“Gue Cuma kangen sama lo ge, lo gak tahu gimana perasaan gue saat tahu ternyata lo jadi milik oranglain” ujarnya lirih. Gea benar-benar gak nyangka Dilan akan mengatakan itu
”Lan Plis jangan bahas ini!”.
“Gue gak bisa Ge. gue gak bisa pura-pura baik –baik aja dihadapan lo.  ngelihat lo sama Dia. Gue gak bisa” tegas Dilan.
Gea sedikit terpancing emosi karena Dilan terus saja berbicara seolah dirinya gak bersalah, “kalo lo dulu udah mutusin buat pergi. Harusnya lo sadar suatu hari hal ini pasti terjadi” ujar Gea. “dan lo gak mau nunggu!” tegas Dilan. Gea gak habis pikir kenapa bisa Dilan Seegois itu.
“bertahun-tahun tanpa ada kabar, lo mau seseorang nunggu lo? Bahkan lo pergi tanpa penjelasan, Lan. Nyatanya, Hujan Lebih baik dari pada lo. Dia datang dan pergi dengan memberi tanda. Gak seperti lo yang melakukan semuanya dengan Tiba-tiba” jelas Gea.
“Gue bisa Jelasin Ge. kenapa gue gak pernah ngasih kabar sama lo”.
“Lan, bagi gue semua udah berakhir sejak lo pergi” ucap Gea.
“tapi buat Gue belum Ge. lo tahu perasaan gue sama lo sejak dulu dan gue tahu perasaan lo gimana. Gue kenal diri lo lebih dari sipapun”.
 “pliss lan, udah. Gue gak mau Rei salah paham dengan hubungan kita, dan gue gak mau Rei tahu apapun tentang kita bukan karena gue masih punya perasaan sama lo. Tapi karena gue gak mau nyakitin dia. Lo gak tahu selama ini usaha dia buat ngehibur gue” ujar Gea. “dan lo sama sekali gak peduli tentang kita?” lanjut Dilan.
Gea tersenyum Sinis,
“Tentang kita? Gue bahkan gak ingat kita pernah ada hubungan apa selain sahabat”.
“Ge!” ucap Dilan sedikit bentakan.
“apa? Gue ga salah ngomong kan? Lo itu egois lan setelah Cuma lo sendiri yang ngungkapin perasaan lo dan ngebuat gue bingung sendiri dan tiba-tiba aja lo pergi  tanpa dengerin apa yang pengen gue sampain hari itu. dan lo masih minta gue peduli tentang kita? Lo sadar donk!”
Dilan Menarik nafasnya dia tahu dia salah dia egois namun seandainya posisinya sekarang gea gak dengan Rei mungkin Dilan akan mengalah dan meminta maaf, tapi hatinya benar-benar gak bisa melakukan itu saat ini, dilan hanya berpikir menyalahkan Gea karena tidak bisa menunggunya dan lebih memilih bersama Rei itu membuat rasa egois nya benar-benar tinggi saat ini.
“tapi pada akhirnya gue kembali buat lo Ge, lo harus tahu itu. Dan meski sekarang lo bersama Rei, Gue bakal balikin lagi apa yang seharusnya jadi milik gue!” ucapnya dengan nada serius, sambil melangkah pergi meninggalkan Rumah Gea.
Setelah sedari tadi mereka berbicara tanpa duduk, Gea pun tersungkur di sopa dia menarik nafasnya dalam-dalam menahan buliran air mata yang hampir jatuh di pipinya.
Gea tahu dia salah dia gak mau dengerin penjelasan Dilan, tapi apa boleh buat meskipun dia sangat merindukannya keadaannya saat ini dan kekecewaanya tehadap Dilan sedang merajai perasaaanya.
            Dilan membawa mobilnya melaju sangat kencang membelah jalanan ibu kota, dia marah? Jelas. Dan CITTTTTT…. Dia menepikan mobilnya dipinggir jalan. Bugh.. dilan memukul stir mobilnya dan kepalanya langsung tertunduk pada pegangan stir. Dilan bingung dia tahu dia egois, tapi dilan tetap tidak bisa melepaskan Gea.
            Tiba – tiba suara Handphone Dilan berbunyi ternyata Ben Telepon dia memberitahu Dilan Bahwa Ben dan yang lainnya sedang berada di cafĂ© kak vito dan langsung menyuruhnya datang.

CafĂ© kak Vito…

Saat dilan datang dia sudah disambut lemparan kaleng minuman dari Ben, dilan langsung menerimanya, membukanya duduk dan langsung meneguknya habis. seperti orang kehausan.
“Kenapa lo? Haus” ujar Ben.
Yosi dan tiara langsung melirik Dilan yang hanya terdiam bersandar pada sofanya dan menutup mata.
“Kenapa Dia?” Tanya Tiara.
“tahu gue pas tadi gue telepon keknya bae – bae aja tuh” jawab Ben.
“habis dari mana lo?” Tanya yosi. Dilan hanya menjawab dengan gumaman.
“apasih kagak denger gue” ujar yosi lagi. Mereka hanya membiarkan Dilan seperti itu sampai dia sendiri yang mulai bicara.
“ra, si rossa kemana?” Tanya Ben.
“dia bilangsih katanya ntar nyusul tapi tahu dah tuh anak kenapa jam segini belom nongol juga”
Tiba – tiba Dilan mengeluarkan ponselnya dan ntah apa yang sedang dia tulis diponselnya sampai sefokus itu.

   
           Dilan N Danishwara
                       “Akan ku kembalikan apa yang seharusnya jadi milik gue”

Ternyata Dilan memposting sebuah foto, saat bersama gea dulu, dipostingan itu tertulis “akan ku kembalikan apa yang seharusnya jadi milik gue”. Sontak postingan tersebut mendapat respon dari banyak orang terutama banyak yang bertanya siapa gadis itu, karena wajah gea disana sengaja Dilan Blur kan. Tapi yang jelas sahabat-sahabatnya tahu jelas bahwa itu gea.
Beberapa saat kemudian tiara mendapat telpon dari rossa, dengan suara cemprengnya dia bertanya sangat tergesa-gesa pada tiara,
“hallo sa”
“hallo ra, lo masih di cafĂ© kan? Dilan disana gak?”
“apaan sih lo nanya pelan – pelan kali, lagi di kejar anjing lo!”
“ih gue seriusan ra, Dilan disana gak?
“iya ada disini, kenapa emangnya? Lagian lo masih dimana sih katanya tadi udah mau otw masih aja belom nyampe juga”
“iya sory-sory ra, gue ada urusan mendadak mesti nganterin nyokap ke rumah tante gue. Tapi yang paling gawat sekarang tuh bukan tentang gue ra. Pokoknya sekarang lo buka ig terus liat postingannya si Dilan cepetan!”
“ngapain sih? Emang ada apa?”
“udah bawel jangan banyak nanya, sekarang lo buka aja cepetan!”
“iya-iya cerewet gue buka sekarang. Ya udah gue tutup yah. Bye!”
 “kenapa sih?” Tanya yosi.
“gak tahu tuh anak nyuruh gue buka ig” jawab tiara yang langsung membuka aplikasi ig nya. Dan setelah dibukanya “OMAYGAT!”
“apaan sih ra penasaran gue” kata Ben yang langsung berpindah duduk disamping Tiara, sedangkan Dilan dirinya masih saja focus pada Ponsel dan komentar-komentar tentang apa yang baru saja di postingnya.
Sesaat setelah Ben, Tiara dan Yosi membaca postingan Dilan itu mereka bertiga terdiam dan saling pandang kearah Dilan. Dilan yang merasa dirinya tengah dipandangi oleh sahabat- sahabatnya itu akhirnya menutup ponselnya.
“kenapa lo pada ngeliatin gue kek gitu?”
“wah… Gila lo Lan!” ujar Ben.
“Parah banget lo !’ tambah Yosi.
“kok gue baper yach! uuuccchhh” kata Tiara.
“lo pada kenapa sih, gak ngerti gue!”
            Kemudian, Ben memperlihatkan layar handphone tiara didepan muka Dilan. Meminta penjelasan dilan dari postingan itu.
“oh ini! Gue pikir ada apa!” jawabnya santai.
“What? Hello mas broooo. OH INI ! GUE PIKIR ADA APA. Sesantai itu lo jawab!”
“jijik gue. Sejak kapan lo jadi alay kek gini” kata Dilan.
Ben yang tadinya berdiri langsung terduduk tak percaya dengan apa yang sudah dilakukan sahabatnya itu.
“sahabat lo tuh yos! Balik dari London bukannya sembuh kayaknya makin parah gilanya” ujar Ben. Yang langsung dihadiahi lemparan bantal oleh Dilan.
“sialan lo!”,
“tahu ah pusing gue, gak ikutan!” ujar Yosi.
Dan mungkin disini Cuma tiara yang masih terbawa suasana oleh postinganya Dilan itu.
“uuuhhh yang takut kehilangan sampe segitunya, kenapa gak sekalian aja mukanya lo pajang bebas”
“sabar! Pasti kok. Ini baru awal” ujar Dilan sambil mengeluarkan senyum smirknya.



NB: Anggap saja wajahnya gea difoto itu diblur yaa, gak sempet ngedit fotonya duh :D