My Story's

Kamis, 19 Juli 2018

You're My Mine Chapter 5 ^^


Chapter 5
cameff_1510582982891.png

Bukannya Dia yang udah merebut Milik Gue”
                                                     Dilan Nata Danishwara

Rumah Dilan..
“Ben! Ntar kalo Rei udah disini awas ya tuh mulut lo yang lemes di jaga bae - bae” ujar Tiara.
“iya, iya gue paham napa!” jawab Ben. Tapi Ge, apa gak sebaiknya lo ceritain aja sejujurnya sama Rei sebelum dia tahu dengan sendirinya. Gue takut aja. Kalian semua pada tahu Dilan ke gimana kan?” tambahnya.
“gue ngerti maksud lo Ben, Cuma gue rasa ini belum saatnya aja. Dan gue yakin Dilan gak akan ngomong yang gimana-gimana sama Rei” ujar Gea.
“ya. Gue sih Cuma ngingetin lo aja Ge. tapi semuanya tetep terserah sama lo nya juga sih!” ujar Ben.
“tapi kayaknya seru juga loh, kalo Rei tahu Gea sama Dilan itu pernah cie cie” ujar Rossa dengan wajah tanpa dosa.
“ssaaaaa… ya ampun plis deh. Kamu diem ya sayang” ujar Tiara.
“ra, kayaknya yang mesti lo ingetin tuh bukan gue. Tapi dia” ujar Ben sambil nunjuk Rossa.
“idihhh kenapa jadi gue” ujar Rossa.
“bener Ben gue salah. Gue lupa kalo rossa tuh lebih parah lagi aduhhh” ujar Tiara sambil tertawa.

(di bawah)
Dilan membukakan pintu, dan mereka berdua bertatapan.
“Masuk. mereka diatas” ujar Dilan Cuek. Rei hanya tersenyum dan melangkah masuk kerumah Dilan. Mereka berdua berjalan bersama menaiki tangga Rei dahulu kemudian disusul Dilan tepat dibelakangnya. (pemandangan yang jarang 2 cogan berjalan bersama hahahahaha)
Semua yang ada di lantai atas termasuk Gea mereka semua bengong seketika melihat Dilan dan Rei tiba bersamaan dilantai atas.
“Ge, seru juga kayanya kalau misalkan mereka berantem” bisik Tiara. “Ra, jangan nambah-nambahin deh. Baru liat mereka berdiri deketan kayak gitu aja gue udah parno banget tahu” jawab Gea. “kalian bisik-bisik apaan sih” Tanya Rossa. “engga ada kok sayang” timpal Tiara.
“hei Rei. Udah sampai lo! Sini-sini gabung” ujar Ben. Rei kemudian menghampiri Ben dan duduk didekat Gea, sedangkan Dilan duduk di sopa yang jauh dari mereka.
Suasana yang tadi tampak tegang
“emmmmhh lo mau minum apa Rei? biar gue ambilin” ujar Ben sambil menghangatkan suasana yang masih agak terasa canggung itu. “gue apa aja deh Ben, serah lo”. Tiba-tiba Gea berdiri dari duduknya, “biar gue aja Ben. Lo duduk aja!” tunggu bentar yaa ucapnya pada Rei. Sambil melangkah menuju dapur yang ada dilantai bawahnya. “Nah gitu donk dari tadi” timpal lagi Ben. Saat mereka sedang mengobrol mereka gak sadar kalau Dilan mengikuti Gea ke bawah. Sebenarnya semua memang tidak sadar terkecuali Rei yang menyadari itu namun diapun hanya diam saja dan hanya ikut berbaur dengan yang lainnya.
Gea sedang membuat minuman untuk Rei, tiba-tiba sebuah suara yang terdengar tidak asing berada tepat dibelakangnya tubuhnya. “sweet banget sih, sampe dibuatin khusus segala” canda Dilan meskipun bukan terlihat sedang bercanda.  Gea yang mendengar itu sangat terkejut dan langsung berbalik sehingga mereka berhadapan dengan jarak yang begitu dekat sampai tubuh merekapun  hampir bersentuhan, Gea tidak bisa mundur karena tubuhnya sudah mentok pada meja dapur. “l-lo ngapain disini?” Tanya Gea gugup. “emangnya kenapa? Mentang – mentang disini ada pacar lo, gue gak boleh deket sama lo?” ujar Dilan. Gea hanya menghiraukan ucapan Dilan lalu dia bergegas meninggalkannya, namun Kedua Tangan Dilan menghimpit Tubuh Gea sehingga Gea kini tak bisa berkutik. “Bentar, gue mau ngomong sama lo” kemudian Gea menatap Dilan mata mereka bertemu, untuk beberapa detik hanya suara nafas mereka berdua yang terdengar disana, “Ge. gue kangen banget sama lo” ucapnya terdengar begitu lembut ditelinga Gea dia tehenyak karena untuk pertama kalinya setelah 5 tahun, dia mendengar lagi suara yang lembut yang begitu dia rindukan selama ini. Gea hanya terdiam dia takut, bingung dan tak tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Sampai sebuah suara menyadarkannya, “kalian sedang apa?” ucap Rei. Gea sangat terkejut melihat Rei dia segera mendorong Tubuh Dilan, mengambil Gelas den menghampiri Rei. “kamu kok, turun kenapa gak tunggu aku aja! Ucap Gea kaku. “iya, soalnya kamu agak lama, aku takut kamu kenapa-kenapa jadi aku turun” ujarnya. Kemudian gea mengajak Rei kembali ke atas, meninggalkan Dilan yang masih berdiri disana, dan Rei yang mengikuti Gea namun masih dengan pikiran yang berkecamuk dikepalanya melihat apa yang terjadi tadi antara Gea dan Dilan kenapa mereka sangat sedekat itu. Melihat itu Dilan hanya terdiam entah apa yang sedang berada dalam pikirannya yang pasti Dilan benar-benar gak suka melihat Gea dengan Rei. Lalu kemudian Dilanpun kembali ke atas. Namun saat itu Dilan Melihat Gea dan Rei sudah berjalan menuruni tangga hendak untuk pulang dan Gea hanya berpamitan seperlunya pada Dilan. Saat sampai Diatas Ben langsung menghampiri Dilan yang duduk di sofa, dan memandangnya sangat dalam. Sambil meminum minumannya,”Kenapa lo” tanyanya pada Ben. “Lan lo gak lupa kan gue udah pernah ingetin lo untuk, Jangan Lan !” Dilan mengerti maksud Ben untuk jangan mendekati Gea lagi apalagi merebutnya dari Rei”. Kemudian tiara menghampiri Dilan, “lo berusan ngapain dibawah sama Gea?” ujarnya penasaran.”apaan sih lo pada? Gue gak ngapa-ngapain juga”` “Masa gak ngapa-ngapain Rei langsung ngajak Gea pergi gitu!” Tambah Rossa. Lalu Dilan dian dan menatap semua sahabatnya yang terlihat mengaangguk mengiyakan pertanyaan rossa. “GUE GAK NGAPA-NGAPAIN SAMA GEA, GUE CUMA NGOBROL AJA” Tegas Dilan. “gue gak percaya sama lo! Lo kira gue kenal sama lo kemaren sore” ucap Ben. “ya emang gak ngapa-ngapian bego mau gimana, gue Cuma lagi ngobrol aja sama gea tiba-tiba  si Rei datang udah gitu aja!” jelas Dilan sambil menoyor kepala Ben yang dari tadi paling penasaran padanya. “gak mungkin!” bantah Ben dan semua sahabatnya mengangguk. “ya elaahhhh rese banget sih lo pada” gerutu Dilan. “awas ya kalo sampe lo macem-macem dibelakang gue dan tanpa gue tahu!” ancam Ben. “apa? Apa? Heuhh? Mau apa lo?” ujar Dilan. “ lalu Ben terkekeh “gue? Gue? … gak mau apa-apa sih hahahaha” sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. “euh dasar sarap lo” tambah yossi. “tapi Lan, lo beneran gak punya Niat kan buat merebut Gea? Ujarnya hati – hati takut Dilan Tersinggung. Semua sahabatnya menatap Dilan Serius ingin mendengar jawabannya. Dilan hanya tertawa dia berdiri dan menuju balkon sambil berkata,”Bukannya Dia yang udah merebut Milik Gue”. Mendengar jawaban Dilan semua sahabatnya saling berpandangan dan berargumen masing-masing.


Kenapa? Sedikit ya? Hahaha
Maklum setelah sekian lama hiatus author ternyata kangen banget sama sosok Dilan dan Gea hihihi
Selamat membaca
Jangan lupa Votementnya yaaaaaaa
Mmmuaaacchhh




















           
           

Senin, 09 Juli 2018

Bts Rm and V 4 Oclock