Prolog
Seorang perempuan cantik dengan rambut panjang yang diikatnya dan masih mengenakan seragam SMA dia berlari menembus kerumumunan orang-orang disebuah bandara ia tampak menangis dan sangat panik, saat sebuah suara terdengar bahwa pesawat tujuan London telah lepas landas ia berhenti berlari dan tertunduk dilantai terlihat persaaan sangat kecewa dalam raut wajahnya kemudian ia berlari lagi keluar bandara dan melihat pesawat tujuan London telah melintas diatas pandangannya.
“Gue juga cinta sama lo ! Dilan.” Ujar perempuan itu.
Chapter 1
Siang itu seperti biasa saat tak ada jam kuliah Gea, Yosi, Tiara, Rosa dan Beni selalu ngumpul dan nongkrong bareng di café milik kak vito yang merupakan kakaknya Beni, bahkan café itu sudah seperti basecam mereka sejak SMA. Yap, mereka sudah bersahabat sejak kecil, sekolah maupun bermain ataupun nongkrong mereka selalu sama-sama.
“Nih anak-anak menu special baru buatan gue silahkan dicoba dan jangan lupa reviewnya ok !” ujar vito. sambil membawa nampan yang berisi sepiring menu baru untuk ben dan teman-temannya.
“eemmmm gila baunya aja udah bikin gue ngiler” ujar Yosi sambil nyamber piring itu dari nampan yang dibawa vito.
“Astaga yoss, gak bakal kita abisin juga kali” ujar Beni sambil tertawa.
“ya sudah dimakan bareng aja selamat menikmati, gue kesana dulu ok! Ujar vito sambil meninggalkan meja mereka.
“ok ! Thanks kak vito” ujar Gea. Vito hanya tersenyum dan mengangkat tangannya dengan symbol OK !. kemudian semua mencoba menu barunya itu.
“aaaahhhhhh masakan kak vito emanggg paling T.O.P Deh udah masakannya enak, yang masaknya ganteng pula” ujar Rosa sambil cengengesan.
“yaaa ampuunnnn lo ya masih aja ngarep kak vito jadi cowok lo ? inget kak vito tuh punyanya ka alea” sahut sahabat karibnya Tiara.
“lagian juga gua mana mau punya kakak ipar kayak lo ros!” ujar Beni.
“sialan lo ben !” ujar Rosa dengan raut wajah yang kesal sama kedua sahabatnya itu. Saat mereka sedang asik mengobrol kemudian Reihan yang biasa disapa Rei datang. Rei adalah pacarnya gea sejak satu tahun yang lalu.
“hei kak vito!” sapa Rei.
“hey Rei baru datang?” Tanya Vito.
“Biasa gue ada latihan basket dulu kak!” ujarnya. Kemudian datang ke tempat gea dan teman-temannya.
“hai semua, hai sayang!” Sapa Rei pada semua sambil mencium kening Gea.
“lain kali kalau mau pake adegan romantic ya diliat-liat dulu dong tempatnya gak nyadar ya gue masih jomblo” gerutu Rossa.
“hahaha… sorry ross habisnya beberapa jam aja gue gak ketemu gea rasanya kangen banget” ujar Rei sambil ngacak-ngacak rambut Gea.
“makanya lo cepetan cari pacar gih biar gak kebanyakan ngenes” tambah Gea. Membuat semua orang menertawakan Rossa.
“sorry Rei gue absen latihan tadi gue habis nganterin nyokap dulu pulang-pulang gue langsung kesini” ujar Ben.
“gak papa Ben asal jangan lupa aja minggu depan kita ada pertandingan penting sama anak-anak dari kampus budi utomo.” Ujar Rei.
“siap komandan inget gue kok” ujarnya lagi.
“oh iya Ross gue baru inget lo dapat salam dari anak basket” ujar Rei.
“lo yang serius ah Rei!” ujar Rossa seperti tak percaya.
“Dua rius gue Ross!” Yakin Rei.
“aaaahhhh gue tau, gue tau pasti si ardan kan Rei!” sahut Ben.
“lo tahu ben?” Tanya Tiara.
“iya gue tahu lah soalnya beberapa waktu lalu juga dia sempet titip salam buat lo ross Cuma gue nya kelupaan ngasih tahu lo. Sorry Ross” katanya sambil tertawa.
“yah Elu mah bagian yang penting-penting aja buat gue selalu lupa” gerutu Rossa. “iya kan gue udah bilang sorry, lagian udah sekalian sekarangkan disampaiin juga sama si Rei” ujar Ben.
“Ardan yang mana sih? Kok gue gak tahu yah?” Tanya Tiara.
“ituloh yang, yang waktu kita berdua lewat lapangan basket terus ada Rei berdua lagi maen basket terus kamu nanya itu si Rei lagi maen basket sama siapa? nah itu sama si Ardan!” jelas Yossi.
“oh iya iya gue inget, wah Ross salamin balik gih orangnya lumayan juga tauuu” suruh Tiara.
“cieee kayaknya ada yang bakalan ngakhirin masa jomblonya nih” goda Gea.
“apaan sih lo Ge, gue aja belum tahu orangnya yang mana belum tahu cocok apa engganya coba” ujar Rossa.
“diihhh ya dicoba dulu aja kali, siapa tahu srek kan? Kan Tak kenal maka tak sayang.” Goda gea lagi.
“iya dan kalau masih gak srek ya coba lagi aja terus” tambah Ben.
“Sialan lo ben, lo kira undian ditutup botol coba lagi” ujar Rossa. Dan semua orang disana tertawa melihat Ben dan Rossa yang sedari tadi gak pernah akur.
Rumah Gea…
“makasih yah udah mau nganterin” ujar Gea.
“iya sayang… sama-sama. masuk gih jangan kelamaan diluar dingin” suruh Rei.
“ya udah. Kamu juga hati-hati pulangnya yaa. Langsung pulang jangan kemana-mana lagi” ujar Gea.
“kemana-mana lagi kemana sih?” Tanya Rei sambil mencubit hidung mungilnya Gea.
“ah… sakit tau” gerutu Gea.
Sambil memegang tangan Gea Rei berkata, ”haha maaf sayang habisnya kamu lucu sih! Udah ah cepet masuk gih dingin diluar. Dan aku juga langsung pulang”.
“Ya udah aku masuk yah, bye Rei” ujar Gea.
“dahh…Gea sayang” ujar Rei.
Geapun masuk kerumahnya dan Reipun langsung bergegas pulang.
Café kak Vito…
“Ben?” Tanya Vito yang sedang beres-beres Café karena sudah akan Tutup.
“hemm kenapa bang? Jawab Ben.
“lo masih belum dapet kabar dari Dilan? Tanya abangnya lagi. Ben tidak menjawab dia hanya menggelengkan kepalanya.
“guekan udah kenal lama banget sama gea, kok gue ngerasa Gea gak benar-benar suka sama si Rei yah!” ujar vito.
“lo kebanyakan merhatiin orang sih bang, gue gak ngerasa gitu ah” jawab Ben sambil menaik-naikan kursi ke atas meja.
“gitu ya Ben?” Tanya Vito yang masih agak bigung.
“hemmmmh!” jawaban singkat Ben dan berkata di dalam hatinya, “semoga lo selalu baik-baik aja disana Lan.”
Diperjalanan Pulang…
“yang lo ngerasa ada yang beda gak dari Gea seharian ini?” Tanya Yossi tiba-tiba saat diperjalanan pulang bersama Tiara dan Rossa.
“ya gimana gak beda kamu lupa hari ini tuh tepat yang ke-5 tahunnya setelah Dilan pergi ke Amerika” jawab Tiara.
“oh iya gue baru inget hari ini kan tanggal Tiga Februari. Ra apa gak sebaiknya malam ini kita nginep dirumah Gea aja?” Tanya Rossa.
“iya yang apa gue antar kalian aja kerumahnya Gea?” Tanya Yossi.
“gak usah, gak usah” ujar Tiara.
“loh kenapa emangnya ra?” Tanya Rossa.
“iya yang kenapa? Bukannya sudah biasakan tiap tahun juga kalau pas tanggal Tiga Februari kalian harus, wajib nginep dirumah Gea” ujar Yossi.
“iya,, gue tahu. Tapi tahun ini tuh lain lagi. Lo semuakan pada tahu Gea udah mutusin buat lupain Dilan dan menerima orang baru yaitu Rei. Gue ngerasa kalau malam ini kita tetep datang kerumah gea, gue takut dia ngerasa bahwa kita tahu kalau gea belum bisa sepenuhnya ngelupain Dilan kalian ngerti geakan? Jadi biarkan saja malam ini. Kalaupun memang gea sedang butuh kita untuk malam ini dia pasti nelpon kok. Percaya gue. Biarin dia untuk kali ini biar dia lebih bisa berpikir baik-baik”. Jelas Tiara.
“hhmm iya juga sih” ujar Yossi.
“lo bener sih ra. Karena siapa tahu aja malam ini dia lagi teleponan sama si Rei semaleman jadi gea bisa lupa tentang Dilan”. Ujar Rossa.
“ya, makanya kita biarin dulu aja.” Tambah Tiara. Sambil membuka jendela mobilnya Yossi berkata dan sedikit berteriak. “bro… gimana kabar lo disana?”. Tiara dan Rossa hanya menarik nafas panjang melihat Yossi berkata seperti itu.
Rumah Gea…
Gea baru selesai mandi dan sedang rebahan ditempat tidurnya sambil melihat handphone yang ada digenggamannya, ia melihat tanggal dihandphonenya dan selintas pikirannya terlintas kembali tentang Dilan.
Ketika sampai dirumah Tiara tetap merasa khawatir tentang Gea, saat ia akan menelpon Gea tiba-tiba handphonenya berdering dan ternyata itu panggilan dari Gea, Tiara sontak langsung mengangkat teleponnya.
“hemm. Hallo Ge? Kenapa?” tanyanya langsung.
“gak papa Ra, lo udah nyampe Rumah? Rossa Gimana?” Tanya Gea kembali.
“iya gue udah nyampe rumah, si Rossa juga udah gue antar pulang selamat sampe rumahnya. Yakin lo gak papa Ge?” Tanya Tiara lagi.
“ya gue gak papa ra, gue cumaaa….” Belum selesai bicara Tiara sudah memotongnya dan dia berkata, “Cuma apa? Cuma Lagi kepikiran? Siapa? Dilan lagi?”
Gea hanya terdiam saat Tiara bicara seperti itu. kemudian Rossa berkata,
“kenapa lagi sekarang hmm?” Tanya Tiara pada sahabatnya itu.
“Ra,,, lo marah yah gue masih saja inget sama Dia?” Tanya Gea. Sambil menarik nafas, Tiara Berkata,
“Ge, ge lo kayak baru kenal gue kemaren sore aja. Tadi waktu gue mau pulang yossi nyaranin buat nginep dirumah lo bareng rossa seperti biasa, Cuma buat kali ini gue rasa lo butuh waktu buat berpikir karena bagaimanapun sudah setahun ini lo memilih menerima Rei disamping lo, dan gue ngerasa mungkin lo gak mau kita semua tahu kalau lo masih saja inget sama dilan makanya gue bilang gak usah nginep kerumah lo aja. Dan pas nyampe rumah gue benar – benar khawatir sama lo Ge, terus pas gue mau telpon lo, lo duluan yang nelpon gue dan gue tahu pasti lo gak baik-baik aja iyakan?.”
“ini udah Lima tahun ra, harusnya kalaupun gue inget, kehadiran Rei dalam hidup gue, gue pikir akan mengurangi rasa ini terhadap Dia. Tapi nyatanya semua tetap sama aja kayak lima tahun yang udah berlalu. Ra!” ujar Gea.
“Ge, kita semua tahu apa artinya Seorang Dilan dalam hidup kita apalagi dalam hidup lo. Kita semua tahu dengan jelas. Dan kita ngerti perasaan lo saat ini. Dengan lo akhirnya menerima Rei dalam hidup lo kita semua yakin bahwa lo bisa lebih baik tanpa Dilan dan kita semua gue, yossi, rossa, dan Ben benar-benar bersyukur Rei bisa ada dalam kehidupan lo saat ini.”
“makasih yah, lo semua memang sahabat gue yang paling… baik. Gue sayang banget sama kalian” ujar Gea.
“iyalah kalau soal sayang ya jangan ditanya didunia ini siapa sih yang gak tahu tulusnya persabahatan diantara kita” ujar Tiara sambil Tertawa.
“iya, iya siapa sih kayaknya yang udah mati aja tahu persahabatan kita kayak apa” balas Gea sambil tertawa juga.
“huhhh kira-kira malam ini dia lagi ngapain ya ra?” Tanya Gea.
“Dilan? Anak itu ? Emmmm.. paling dia lagi kerja atau mungkin masih ditempat kuliah. Atau melihat dari kepribadiannya nih ya mungkin dia pasti udah lulus kuliah duluan dari pada kita iya gak Ge? “ Tanya Tiara Lagi.
“lo benar ra, Dia mungkin aja udah lulus kuliah, dan kerja diperusahaan ternama di London” ujar Gea. Akhirnya dimalam tepat ke lima tahunnya kepergian Dilan, Tiara nemenin Gea Lewat telepon sampai mereka tidak tahu siapa yang ketiduran duluan.
Pagi. Depan Rumah Gea.
Terlihat Seorang laki-laki yang sedang berdiri bersandar pada motor gedenya. Ya dia adalah Rei yang sedang menunggu Gea untuk menjemputnya pergi ke kampus sama-sama.
“Selamat Pagi tuan putri”, sapa Rei pada gadis cantik yang memakai kemeja berwarna putih, celana jeans bio panjang, tas berwarna hitam, dan platshoes berwarna senada dengan rambut panjang yang di gerainya terlihat sangat manis dan cantik.
“Selamat pagi juga, Rei. Maaf nunggu lama ya ? kenapa gak masuk aja sih?” kata Gea.
“aku lebih suka nunggu kamu disini, hehehe” ujarnya sambil cengengesan.
“kamu ya, dasar!” kata Gea.
Sambil memegang tangan Gea dan mengelus kepalanya, Rei berkata “Tuan putri gue ini cantik banget sih ?”.
“pagi-pagi udah dikasih sarapan gombal aja nih” kata Gea sambil mencubit perut Rei.
“Awww,, ampun ampun sakit ” kata Rei.
“Abisnya, masih pagi juga udah ngegombal” kata Gea sambil memalingkan wajahnya.
Rei membalikkan wajah Gea tepat di pandangannya dan berkata, “loh tuan putri kok ngambek sih? Sini, sini lihat aku. Ge, setiap saat, setiap hari aku selalu bersyukur bahwa kenyataan tuan putri yang ada didepanku ini adalah milikku. Aku sangat bahagia.”
“udah ngegombalnya? Kapan mau berangkat? Ntar telat lagi” kata Gea.
“iya tunggu dulu bentar” kata Rei.
“Apalagi hmm?” Tanya Gea.
“Suer deh aku gak pernah gombalin kamu, ini benar-benar tulus…! Ge, ?” kata Rei.
“hhmm??” Tanya Gea.
“I LOVE YOU !” Ujar Rei singkat, padat, jelas, dan penuh dengan seribu makna.
“Aku tahu!” ujar Gea sambil senyum-senyum.
“emmm... bukan itu jawabannya!” rajuk Rei sambil menggelengkan kepala.
“Udah-udah ah, cepet naik kita berangkat ini udah hampir mau telat” kata Gea sambil memaksa Rei mengendarai Motornya.
“iya, iya tunggu bentar. Ini pake dulu helmnya tuan putri!” kata Rei sambil memasangkan Helm pada Kepalanya Gea.
“Nah sekarang udah. Mmuuach!” kata Rei sambil mencium helm yang sudah terpasang dikepalanya Gea dan merakapun berangkat.
Sejak tadi pagi saat Rei menjemput Gea terlihat dipinggir jalan sebrang depan rumah Gea Terparkir sebuah Mobil berwarna hitam dan seseorang di dalamnya melihat Kemesraan Gea dan Rei dari tadi.
"Kira-kira siapa ya, yang ada dimobil itu? mencurigakan ...!
#Terimakasih sudah membaca :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar