My Story's

Rabu, 29 November 2017

You're My Mine Chapter 4 ^^






 
            Dilan Sudah mulai kuliah, Dia memang mengambil kelas karyawan karena harus sambil bekerja di kantornya dan kuliah hanya dihari jum’at dan sabtu. Sejak Dilan Masuk kuliah semua orang terutama kaum perempuan banyak sekali yang ngejar-ngejar Dilan, ya iyalah cewek mana sih yang tahan lihat Cowok seganteng Dilan apalagi dia lama Di Luar negeri kebayangkan kulitnya yang putih, wajahnya yang so cuteeee, badannya yang tinggi punya sixpack pula bikin cewek – cewek dikampus itu klepek – klepek.

Lapang Basket…
“hei bro, lo tahu gak sama tuh cowo? Katanya dia anak baru gitu pindahan dari luar negeri” kata Ardan.
“siapa? Dilan maksud lo” ujar Rei.
“lo udah kenal dia Man?”
“udah!”
“kok bisa? Kenal dimana lo?”
“tadi malam di cafenya kak Vito waktu perayaan kemenangan Tim basket kita. Dilan sahabat lamanya Gea, Ben sama yang lainnya yang baru balik dari London”
“oh pantesan aja. Gue lihat dia udah akrab banget sama si Ben”
“lagian lo tadi malam, kemana sih? Anak-anak pada ngumpul semua”
“iya sory bro. semalam ade gue sakit dan bokap nyokap gue lagi gak ada dirumah, jadi gue yang jagain. Tapi gimana semalam asyik kan party-nya?”
“menurut lo?” Tanya Rei sambil mulai berlari dilapangan memainkan bola basketnya.
“menurut gue? Yaa kalian pasti happy – happy tadi malam!”
“nah itu loh tahu. Ngapain Tanya bego!” kata Rei.

Tiba-tiba saat masih dikelas Tiara dapat telepon dari Yossi. Lau Tiara mengangkatnya dan mengloadspeaker panggilannya.
“hallo yoss kenapa?”
“ra, lo dimana?
“gue masih dikelas, Bareng Gea sama Rossa. Kenapa emang?
“gini, gue Ben sama Dilan mau pergi kerumah Dilan. Kesana yuk ! kita kan udah lama gak kesana. Lagian sejak Dilan balik ke indo kita belum ngumpul bareng semua”
“emmm… gini aja lo pada duluan aja kesananya ntar gue Gea sama Rossa Nyusul belakangan. Gimana?”
“oh gitu. Ya udah Oke. Lo nanti hati-hati ya sayang”
Lalu Yossi menutup teleponnya.
“Gimana katanya?” Tanya Ben.
“kita disuruh duluan. Katanya ntar mereka nyusul”
“Gila… gue bener – bener gak nyangka lo beneran pacaran sama Si Tiara Yoss” kata Dilan.
“ha ha ha … begitulah Lan gue juga gak nyangka tahu” ujar Yossi.
“itu sejak kapan?” Tanya Dilan.
“Sejak hari perpisahan di SMA Bro dia mah sama sahabat sendiri aja kagak nahan. Ha ha ha “ Ledek Ben.
“Sialan lo Ben!” gerutu Yossi.
“dan lo?” Tanya Dilan.
“gue? Kenapa sama gue?” jawab Ben.
“jangan bilang setelah gue tinggal di London sampai gue balik lo masih aja jomblo?” kata Dilan.
“wkwkwkwkwk lo mah gak tahu si Ben aja Lan. Mana aja cewek yang mau sama nih anak” Ledek balik Yossi.
“eh. Gue mah jomblo juga happy broo. Dari pada gue pacaran sama sahabat sendiri. Kayak dibumi kagak ada cewe lain aja” Bela Ben.
Dilan sedikit terganggu dengan perkataan Ben barusan dia sedikit melamun.
Lalu Yossi menyiku tangan Ben yang masih tertawa.
“apaan sih lo?” Tanya Ben.
Yossi hanya nunjuk ke arah Dilan.
“Lan. Lo gak papa? Lan ? Hello Dilan? Lo gak apa – apa ?” Tanya Ben sambil melambai –lambikan tangan dihadapan wajah Dilan.
Lalu Dilan tersadar, “hahh kenapa. Sory Ben?” katanya.
“Lo kenapa. Siang – siang ngelamun aja” Tanya Ben.
Dilan hanya berkata bahwa dia tidak apa – apa, lalu mereka pun berangkat menuju Rumah Dilan.

Dikelas …
“Gimana Ge? Lo mau kesana juga?” Tanya Tiara.
Gea masih terdiam.
“Ge gimana? Lo mau ikut kerumah Dilan gak?” Tanya Rossa Sekarang.
“kalau lo gak mau juga gak papa sih Ge. Kita bisa bilang lo lagi ada janji aja sama si Rei” kata Tiara.
“tapikan Ge gak ada janji sama Rei. Gak boleh bohong tahu…” ujar Rossa Polos.
“aduh sa, mendingan lo diem Dulu deh !” kata Tiara.
“Gue, gue masih ngerasa semua ini kayak gak nyata aja ra. Gue masih gak percaya kalau Dia benar – benar udah kembali” kata Gea.
“Tapi lo senengkan Ge. Akhirnya Dilan Balik juga. Ini kayak mimpi lo selama ini jadi kenyataan Ge” kata Rossa dengan polosnya.
“ssaa. kamu diem dulu bentar oke sayang” Kata Tiara.
“kenapa sih?” Tanya Rossa.
“udah. Sshhuutttt!” ujar Tiara sambil menutup mulut Rossa dengan tangannya.
“Ge. Gue ngerti, ngertiiiii banget gimana perasaan lo sekarang. Kalau emang lo masih belum mau ketemu Dilan gak apa – apa kok. Beneran” kata Tiara.
“Ra. Gue gak sepenuhnya salah kan?” Tanya Gea.
“engga Ge. Lo gak salah apa – apa kita semua tahu. Kita semua ngerti lo kok!” ujar Tiara.
“tapi tetep aja gue masih ngerasa gue salah, udah khianatin Dilan. Gue gak bisa sedikit lebih bersabar lagi” kata Gea.
“Ge. Ini bukan tentang siapa yang salah dan siapa yang benar. Ini tentang perasaan. Dilan harus ngerti kalau dulu dia berani untuk meninggalkan, itu berarti dia harus berani juga  menanggung resiko dilupakan” kata Tiara.
“iya betul banget tuh Ge, apa yang dikatakan Tiara” sahut Rossa.
“jadi gimana? Ikut gak nih?” Tanya Tiara.
“kayaknya Gue harus ikut deh. Toh kita ini tetep sahabat kan. Yang udah berlalu ya biar aja. Dilan juga mungkin udah lupakan tentang dulu?. Gue ikut!” kata Gea.
“are you sureeeee?” Tanya Tiara.
“aku sih Yes. Ha ha ha” jawab Gea.
            Pada akhirnya Gea mau ikut juga ke rumahnya Dilan.

Rumah Dilan ..
Yossi dan Ben sedan bermain Play Station, sedang Dilan sedang tiduran diatas Sofa dengan sebuah Earphone terpasang di telinganya.
“hei.. hei.. hei… gue lapar nih masak – masak gih” ujar Rossa saat tiba dirumah Dilan diiringi Tiara dan Gea yang berjalan masuk kerumah.
Berhenti sejenak bermain PS-nya dan melirik Rossa,
“lo ya berisik tahu. datang-datang langsung pengen makan aja. dasar lo badan kecil nafsu makan kek gorilla” gerutu Ben yang merasa terganggu bermain gamenya karena suara nyaring Rossa, sehingga Dilanpun bangkit dari berbaringnya dan matanya langsung menatap kedatangan Gea.
“yee… masalah buat lo? Mulut – mulut gue, serah gue mau teriak kek gimana juga huhh !” balas Rossa tak mau kalah.
“lo pada dari dulu gak pernah berubah ya. Heran gue!” kata Dilan sambil menggaruk-garuk kepalanya.
“lo sih yang mulai!” kata Rossa.
“yee.. lo tuh yang teriak-teriak. berisik tahu. Lo kira ini hutan!” ujar Ben.
Sambil kemudian duduk di sofa Gea hanya melihat sekeliling Rumah Dilan, Tiara berkata “udah sa, pala gue pusing denger kalian berduan adu mulut terus”
“iya nih lo pada. Berantem aja. Jatuh cinta baru tahu rasa lo!” sumpah Yossi.
“dihhh! Amit – amit gue. Kek gak ada cewe lain aja di dunia ini” ujar Ben.
“emang siapa juga yang mau sama lo. Dih mendingan jomblo seumur idup deh gue” kata Rossa.
“tahu ah pusing gue denger lo berdua, yank kita kedapur yu ambil cemilan” ajak Yossi.
Saat Rossa dan Ben terus beradu argument, Gea bangkit dari sofa kemudian berjalan ke arah balkon. Tiara dan Yossi pergi kedapur dan Dilan masih terduduk melihat Gea dari belakang.
Dan kemudian Dilan berjalan menghampiri Gea.
“Terlalu lama ya?” kata Dilan.
Gea sedikit kaget mendengar suara Dilan tepat dibelakangnya, Gea masih merasa kaku dan bingung harus bersikap seperti apa. Lalu ia berbalik dan berkata, “hahh? Emmm..” belum selesai bicara Dilan sudah memotongnya sambil berjalan mendekati balkon sehingga sekarang Dilan berdiri menghadap balkon dan Gea berdiri menghadap ke dalam rumah.
“Gimana kabar lo?” kata Dilan.
Lalu Gea berbalik kembali karah balkon.
“emm.. gue. gue.. ya Seperti yang lo lihat Gue baik- baik aja.” Kata Gea.
“ya, tahu kok ketara lo baik – baik aja, dan malahan baik – baik banget” ujar Dilan.
“Maksudnya?” Tanya Gea. (ngapain nanya kalau udah tahu) gerutu gea dalam hatinya.
“gak papa kok!” kata Dilan.
Gea makin merasa aneh dengan sikapnya Dilan. Begitupun Dilan, dia merasa aneh dengannya saat ini. Disatu sisi Dilan senang bisa ngobrol lagi berdua kek gini, tapi di sisi lain Dilan teringat kalau Gea milik Rei membuat dia semakin kesal dan akhirnya sikapnya jadi aneh tehadap Gea.
Tiara dan Yossi datang kembali dari dapur membawa makanan. Ben dan Rossa yang sedang perang mulutpun langsung berhenti dan langsung berburu makanan. Sedangkan Gea dan Dilan masih Dibalkon.
Kemudian handphone Gea berbunyi, ternyata Rei yang menelpon. Dilan tahu itu dia langsung kembali ke dalam.
“Gea mana Lan?” Tanya Tiara.
Dilan hanya menunjukan jempolnya ke arah balkon lalu duduk di dofa dengan wajah lelah.
“hallo Rei?” kata Gea.
“hallo. Tuan putriku. lagi dimana nih? Barusan aku cek ke kelas udah gak ada” Tanya Rei.
“hemm,, iya Rei maaf aku lupa bilang tadi kalau kita semua lagi dirumahnya Dilan” kata Gea.
“Dirumah Dilan?” Tanya Rei sedikit aneh raut wajahnya.
“iya, Rei” kata Gea.
“hemmm gitu ya” kata Rei.
“kamu kesini aja Rei. Lagian rumahnya gak jauh dari kampus kok. Nanti aku sms-in alamatnya” ujar Gea.
“aku kesana gak papa nih?” Tanya Rei.
“loh, emangnya kenapa ? lagian disini juga banyak orang kok” kata Gea.
“ya udah aku otw sekarang yah!” kata Rei.
“hati – hati dijalan. Aku sms-in sekarang alamatnya” kata Gea sambil menutup teleponnya.
Kemudian Gea masuk kedalam rumah.
“Siapa yang telepon?” kata Tiara.
“Rei” jawab Gea.
“oh. Dia mau kesini?” Tanya Tiara lagi.
Gea hanya menganggukan kepalanya dan berkata, “gak apa-apakan?” Tanya Gea.
Tiara hanya tersenyum aneh seolah mengerti keadaan Dilan.
“ya gak papalah Ge. emang Rei siapa sih? Orang kita sering nongki bareng kenapa gak boleh kesini” kata Ben berasa benar.
Tiba-tiba Rossa menjewer telinga Ben sampai Ben memekik kesakitan, dan Rossa membalikkan kepala Ben ke arah Dilan yang sedang duduk bersandar dengan mata terpejam di sofa di belakangnya, Yossi dan Tiara menggerak – gerakan matanya kearah Dilan seolah isyarat buat Ben. Ben lalu memukul – mukul kepalanya merasa menyesal.
“kenapa Ben?” Tanya Gea.
“oh. Gak papa Ge. Ini Cuma pala gue sedikit pusing aja. Iya pusing dikit kok Ge” ujar Ben.
Lalu tiba – tiba suara Bel-pun berbunyi. Ben langsung berdiri dan berkata
“itu pasti Rei. Gue yang bukain oke.” Namun tiba – tiba Dilan berdiri sambil berjalan ke bawah “Gue aja yang buka” katanya Lalu pergi untuk membuka pintu, karena memang tempat mereka biasa ngumpul dilantai atas yang langsung mengarah ke balkon luar dekat kamarnya Dilan.


*************************************************************************************



pemberitahuan bahwa You're My Mine Ini hanya Up diblog resmi saya 
#alindastories.blogspot.com - mystory's
dan Akun Wattpad saya @alindakhaliva. 
jadi jika ada yang mem-posting cerita ini diblog ataupun akun yang lain tanpa komfirmasi dan ijin share dari saya sendiri mohon untuk menghubungi saya di Line : Nda_Lynda20 ^^

Terimakasih bagi yang sudah membaca :)
Terimakasih atas kerjasamanya ^^





Kamis, 23 November 2017

My First Love 💏


                                                    My First Love 😊💏
Waktu itu gk sengaja lagi nge - scroll fb tiba-tiba ada yg nyaranin pertemanan satu akun fb dengan nama yg gk gue kenal tp org dalam foto akun itu familiar banget. Awalnya gue ragu pikir gue dia bukan ? Dia bukan sih ? Terus aja ke gitu. Sampe akhirnya gue klik akun fb itu dan jreennnggg... taraaaa... omaygat 😮🙈 ternyata itu dia 🙊 ya dia 🙎 meski dengan nama akun yg berbeda tp memang benar itu dia 😰<br>
Ngomong2 soal dia, gue jdi flashback ke 13 tahun yg lalu&nbsp;&nbsp; bisa lo paham ya gue sekarang 23 umurnya kalo 13 years ago ituuuu berarti saat itu gue berusia 10 tahun dan gue masih duduk dikelas 4 sekolah dasar 😊 dan tahun itu tahun dimana gue bertemu dia utk pertama kalinya anthen this is my first time i&apos;am fallin in love with him pada pandangan pertama 😂💞 jleebbbb💘 <br>
(Ngerti apa ya gue org masih bocah haha)<br>
Yg gue tahu saat pertama gue lihat dia gue suka, sukaaaaa banget sama dia 😍😊 singkatnya sejak pertemuan itu selang beberapa bulan dan tahun gue semakin tahu tentang dia and akhirnya pas SMP gue satu sekolah juga bareng dia yeeeaahhh 😄😀<br>
Setelah gue ingat-ingat ternyata gue pernah juga ya yg ngalamin cinta tk berbalas 😀😢 dan itu sakiiiitttt huhu 😢😢 itu pertama kalinya juga gue suka sama org dan bertahan begitu lama sampe 6 tahun 😲😳 gue gk pernah bilang kalo gue suka sama dia tp semua org tahu gue suka sama dia. Dan sampe sekarang yg gue sesali gue gk pernah mengatakan kalo gue suka sama dia bahkan untuk satu kalipun, dan sampe sekarang gue juga gk pernah tahu bagaimana perasaan dia sama gue.<br>
Berawal dari cinta monyet gue pernah ngalamin kondisi dimana gue sangat terluka dan begitu bahagia hanya karena menyukainya 😧&nbsp; sebenarnya gue gk pernah lelah menyukai seseorang selama itu, karena gue hanya menyukainya dan tak pernah berharap dia akan membalas perasaan ini 😳 <br> Setelah 6 tahun itu gue berfikir untk tidak menyukainya lagi, dan pada akhirnya cinta monyet yg gue mulai gue sendiri yg mengakhirinya ☺😧

You're My Mine Chapter 3 ^^



Chapter 3 

Suasana didalam café masih sama penuh tawa, berbaur keceriaan antara sahabat-sahabat Gea, Tim basket dan para tamu yang datang ke Café-nya Vito. Namun tiba-tiba Suasana dimeja tempat mereka berkumpul seketika menjadi hening saat Ben masuk dan Rossa menghampiri Tiara dan berbisik, “Ra. Dilan ada disini, bentar lagi dia masuk bareng yossi”. Mendengar sahabatnya itu mata Tiara langsung membelalak kaget tak percaya.
“ehm, ehm, semuanya sory ya gue ganggu sebentar nih, gue mau ngenalin seseorang ini sahabat gue yang baru pulang dari London” kata Ben. Mendengar kata London Gea yang sedari tadi asik ngobrol sama Rei tiba-tiba terkaget dan langsung melihat ke arah pintu. Kemudian Dilan masuk ke café bersama Yosi, semua orang tertuju pada mereka.
“nah temen-temen semuanya, kenalin ini sahabat lama gue namanya Dilan. Dia baru balik dari London” kata Ben.
“Hai semua, Gue Dilan. Senang bertemu kalian.” Ujar Dilan.
Dan semua orang mengenalkan dirinya masing-masing.
“gue kangen banget sama lo lan. Gimana kabar lo? Baik kan?” Tanya Vito.
“baik bang. Lo gimana? Kayaknya café lo makin rame aja bang“ kata Dilan.
“yah, seperti yang lo lihat lan beginilah.” Kata Vito.
“dan lan kenalin ini Rei temen satu Tim basket Gue, dan Rei kenalin ini Dilan” ujar Ben. Kemudian Rei dan Dilan Saling berjabatan.
“dan Rei ini, dia… dia pacarnya Gea Lan!” kata Ben gugup.
Kemudian vito mengenalkan Alea pada Dilan “oh iya kenalin juga lan ini pacar gue Alea, dan dia juga kakaknya Rei” tambahnya. Sambil menyodorkan tangannya, Alea memperkenalkan Diri Dengan Dilan. Sedangkan Gea yang sedari terlihat sangat kaget dengan kepulangan Dilan yang tiba-tiba dia hanya duduk terdiam, lalu Dilan menyodorkan tangannya terlebih dulu pada Gea dan berkata, “Hai Ge. Lama gak bertemu, bagaimana kabarmu?”.
Gea hanya menatap Dilan Sekilas dan menjawab, “Baik Kok !” tanpa menyambut tangan Dilan. Suasana agak tegang mereka seketika buyar saat Tiara Berdiri dan menghampiri Dilan.
“Lo, berangkat ngedadak. Balik gak bilang-bilang gue. Rasain nih!” kata Tiara Sambil terus Mukul Dilan dengan bantalan Kursi.
Dilan berteriak kesakitan sambil tertawa-tertawa kecil karena Dilan tahu meskipun sahabat-sahabatnya itu kesal terhadapnya, Namun sebenarnya mereka hanya Rindu saja seperti yang ia sendiri rasakan.
Malam itu akhirnya Dilan ikut bergabung merayakan kemenangan Tim basket Rei.
Setelah pesta perayaan berakhir Tim basket pulang, Alea pulang Diantar Vito. Dan Gea juga langsung pulang Diantar sama Rei. Sedangkan Yosi, Ben, Tiara Rosa dan Dilan Masih berada di Café.

Perjalanan pulang…
“sayang, itu bukannya Dilan yang kamu pernah cerita sama aku kan? Yang kata kamu orang yang sangat berarti dalam hidup Gea? Tanya Alea.
“iya. Dia Dilan yang dulu aku pernah cerita sama kamu. Tapi aku sendiri juga gak tahu pasti bagaimana hubungan mereka, yang aku tahu memang sejak kecil Gea, Dilan, Ben dan yang lainnya udah bersahabat malah aku aja udah kayak sama ade sendiri kalo sama mereka” jawab Vito.
“hmmm kok, tiba-tiba banget Dilan balik ke indo?” kata Alea.
“aku rasa sih gak tiba-tiba juga sayang. Pasti Dilan sudah merencanakannya untuk balik ke indo jauh-jauh hari” kata Vito.
“oh gitu ya” ucap Alea.
“oh ya sayang, kamu gak cerita soal Dilan sama Rei-kan ?” Tanya Vito.
“ya enggalah sayang kan kamu yang bilang jangan” kata Alea.
“iya, aku bilang jangan bukan karena ada yang ditutup-tutupi soal Dilan. Hanya saja mungkin Rei lebih berhak tahu langsung dari Gea sendiri” ujar Vito.
“iya, aku ngerti kok. Lagian aku juga gak mau terlalu ikut campur sama hubungan mereka. masalah mereka ya biarin mereka yang selesaikan, kalau memang ada salah paham dan kita tahu nah baru aku akan ikut campur” kata Alea.
“makasih ya kamu udah mau mengerti” ujar Vito. Sambil mengelus-elus rambut Alea.
“sama-sama sayang” ujar Alea.

Rumah Gea…
“makasih Rei. Aku masuk dulu” kata Gea yang sedari tadi wajahnya terlihat lelah.
“Ge tunggu,” kata Rei sambil nahan tangannya Gea.
Lalu Gea membalikkan badannya.
“makasih ya buat hari ini. Aku benar-benar bahagia banget” ujar Rei.
“sama-sama Rei. Aku juga senang kok. Sekali lagi selamat ya. Kamu memang paling jago deh kalo udah yang namanya basket. Hari ini kamu keren banget” kata Gea.
“itu semua berkat dukungan dan semangat dari kamu juga” kata Rei sambil mencubit hidungnya Gea.
“ya udah kamu sekarang pulang. Kamu pasti capek banget kan. Kamu butuh istirahat” kata Gea.
“ya udah aku pulang ya..” kata Rei sambil mencium kening Gea.
“iya hati-hati dijalannya oke” kata Gea.
“ok. Siap Tuan Putri” kata Rei sambil tertawa kecil.
“bye Rei” kata Gea.
Rei hanya melambaikan tangannya dan langsung tancap gas pulang.
Setelah Rei pergi Gea menarik nafasnya dalam-dalam, dan mengeluarkannya sekaligus. Gea merasa apa yang terjadi padanya barusan di Café Kak Vito seperti mimpi. Dia memang selalu berharap Dilan Kembali. Tapi Setelah Dilan Kembali Gea merasa aneh dan tak karuan dengan hatinya. Kemudian Gea-pun segera masuk ke rumahnya.

Café Kak Vito…
“Lan. Lo sebenarnya balik ke indo kapan sih?” Tanya Tiara.
“Gue udah sekitar satu mingguan dijakarta ra, tapi gue langsung sibuk ngurus perusahaan bokap. Jadi gue belum sempet ngasih kabar sama kalian, gue minta maaf” kata Dilan.
“tapi Lan. Lo tahu kan kalau sekarang Gea udah punya pacar?” Tanya Rossa polos. Dan membuat Tiara berkata, “sa….??? Shutttt!” sambil menaruh jari di depan mulutnya.
“sebenarnya gue udah tahu kalau Gea udah punya Pacar. soalnya Tadi pagi, gue pergi kerumah Gea tadinya mau ngasih kejutan gue pulang. Ternyata pas sampe disana Gue lihat Gea udah dijemput sama Rei. Dan mereka terlihat mesra banget” kata Dilan.
“Dan lo gak apa – apakan?” Tanya Tiara Memastikan.
Dilan hanya diam dan tersenyum menjawab pertanyaan Tiara.
Mereka terus berbincang-bincang tentang kehidupan dilan di London yang ternyata 2 tahun yang lalu bokap Dilan udah meninggal. Karena itu alasan Dilan lebih lama tinggal di London karena harus mengambil alih perusahaan bokapnya. Alasan dia gak pernah ngasih kabar karena Dilan merasa dia hanya harus Fokus pada sekolah dan pekerjannya itu agar dia cepet selesai dan cepat Kembali ke Indonesia. Dan Dilan-pun tidak menyangka akan membutuhkan waktu sampai Lima tahun untuk dapat kembali ke tempat dimana penuh orang-orang yang selalu dipikirkannya selama Lima tahun di London.

Kamar Gea…
Sambil bersandar dijendela kamarnya yang menghadap keluar. Gea terus memikirkan Dilan.
“Gue seneng lo udah kembali Lan! dan Gue seneng lo baik-baik aja. tapi kenapa? kenapa lo harus datang saat gue seperti ini? lo yang terlalu lama? Apa gue yang gak bisa nunggu lo lebih lama? Sekarang gue harus gimana ngadepin lo? Gue harus biasa aja kayak yang lain? Atau gue harus pura-pura gak perduli lo balik lagi atau engga?” gerutunya.

Kamar Dilan…
Dilan kembali tinggal dirumahnya yang dulu. Dan kebetulan Ben juga menginap Dirumah Dilan.
“wah lama banget gue gak tidur dikamar ini, gak nyangka gue malam ini bisa tidur lagi disini” ujar Ben.
“iyalah yang biasanya tiap hari lo berantakin kamar gue !” kata Dilan. Ben hanya tertawa mendengar ucapan Dilan.
“Gea udah lama pacaran sama Rei?” tambah Dilan sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
“yah sekitar satu tahunanlah” ujar Ben yang dari tadi sibuk mundar-mandir memperhatikan kamar yang udah lama ditinggalkannya juga.
“hhmm” gumam Dilan sambil menaruh lengan dikedua matanya yang terpejam.
“jangan bilang. Kalo lo masih cemburu! Ini udah Lima tahun lo Bro. Gea gak mungkin sebodoh itukan mau nungguin lo yang tanpa kabar” Kata Ben.
Dilan tidak menjawabnya dia hanya terdiam.
“jangan Lan. Kita semua udah susah payah buat bikin Gea nerima Rei” kata Ben sambil berdiri dibalkon luar kamar Dilan.
“maksud lo?” Tanya Dilan bangun dari rebahannya dan mengikuti Ben ke Balkon.
“yaa. Lo tahukan pastinya setelah lo pergi. Gea seperti apa. Dan setelah kehadiran Rei gue sama anak-anak ngerasa Rei bisa buat Ge happy dan setidaknya kerinduannya terhadap lo sedikit terobati. Oleh kehadirannya Rei” jelas Ben.
“tapi tetap saja. Dia berubah. Gak bisa lebih sabar” ujar Dilan.
“lo kecewa?” Tanya Ben.
“lo juga tahu sendiri Ben. Demi apa gue bela-belain ngelarin semua urusan gue di London Cuma buat balik ke Jakarta. Dan setelah gue balik ternyata semuanya udah berubah!” kata Dilan.
“kalau masalah itu gue rasa kalian harus menyelesaikannya berdua, Lan. Karena lo maupun Gea, ataupun Rei kalian sama-sama sahabat gue bro” ujar Ben.
“gak ada yang perlu diselesaikan. Semuanya emang sudah selesai sejak Dia menerima Rei” ujar Dilan.
“lo juga gak bisa Cuma nyalahin Ge, sepenuhnya. Lo harus tahu seperti apa dia dengan sabarnya masih nungguin lo disaat kita semua aja gak ada yang tahu kabar lo disana kayak apa.” Kata Ben.
“Tapi kenyataannya memang dia gak punya lagi kesabaran kan!” kata Dilan.
“oke terserah lo bro mau berpikir seperti apapun, tapi satu hal gue minta sama lo kita ini masih sahabat. Mau kayak gimanapun keadaaan lo sama gea ingat. Kita ini sahabat bro!” kata Ben sambil menepuk pundak Dilan dan masuk ke dalam kamar.
            Ben masuk kembali ke kamar sedangkan Dilan masih berada di balkon luar kamarnya sendiri, dia masih berpikir bahwa kepulangannya memang tak berarti karena orang yang sangat dia rindukan sudah menjadi milik oranglain. Rasa penyesalan karena terlalu lama dan tanpa kabar itu sepertinya semakin dalam Dilan rasakan saat mengetahui kenyataan kalo Gea sudah bersama oranglain sekarang.
            Dilan pulang keindonesia, karena urusan perusahaan yang dilondon sudah bisa diatasi, sekarang dia bisa memantau perusahaan disana dari Indonesia. Kuliahnya-pun belum selesai karena saat bokapnya meninggal Dilan Fokus pada Perusahaan. Dan akhirnya dia memutuskan untuk melanjutkan kuliah dikampus yang sama denga Gea, Ben dan yang lainnya.


#You'remymine
#UPchapter3
#terimakasih
#ygsudahmembaca:)