Dilan Sudah mulai kuliah, Dia memang mengambil kelas
karyawan karena harus sambil bekerja di kantornya dan kuliah hanya dihari
jum’at dan sabtu. Sejak Dilan Masuk kuliah semua orang terutama kaum perempuan
banyak sekali yang ngejar-ngejar Dilan, ya iyalah cewek mana sih yang tahan
lihat Cowok seganteng Dilan apalagi dia lama Di Luar negeri kebayangkan
kulitnya yang putih, wajahnya yang so cuteeee, badannya yang tinggi punya sixpack
pula bikin cewek – cewek dikampus itu klepek – klepek.
Lapang Basket…
“hei bro, lo tahu gak sama tuh cowo?
Katanya dia anak baru gitu pindahan dari luar negeri” kata Ardan.
“siapa? Dilan maksud lo” ujar Rei.
“lo udah kenal dia Man?”
“udah!”
“kok bisa? Kenal dimana lo?”
“tadi malam di cafenya kak Vito waktu
perayaan kemenangan Tim basket kita. Dilan sahabat lamanya Gea, Ben sama yang
lainnya yang baru balik dari London”
“oh pantesan aja. Gue lihat dia udah
akrab banget sama si Ben”
“lagian lo tadi malam, kemana sih?
Anak-anak pada ngumpul semua”
“iya sory bro. semalam ade gue sakit
dan bokap nyokap gue lagi gak ada dirumah, jadi gue yang jagain. Tapi gimana
semalam asyik kan party-nya?”
“menurut lo?” Tanya Rei sambil mulai
berlari dilapangan memainkan bola basketnya.
“menurut gue? Yaa kalian pasti happy –
happy tadi malam!”
“nah itu loh tahu. Ngapain Tanya
bego!” kata Rei.
Tiba-tiba saat masih dikelas Tiara
dapat telepon dari Yossi. Lau Tiara mengangkatnya dan mengloadspeaker
panggilannya.
“hallo yoss kenapa?”
“ra, lo dimana?
“gue masih dikelas, Bareng Gea sama
Rossa. Kenapa emang?
“gini, gue Ben sama Dilan mau pergi
kerumah Dilan. Kesana yuk ! kita kan udah lama gak kesana. Lagian sejak Dilan
balik ke indo kita belum ngumpul bareng semua”
“emmm… gini aja lo pada duluan aja
kesananya ntar gue Gea sama Rossa Nyusul belakangan. Gimana?”
“oh gitu. Ya udah Oke. Lo nanti
hati-hati ya sayang”
Lalu Yossi menutup teleponnya.
“Gimana katanya?” Tanya Ben.
“kita disuruh duluan. Katanya ntar
mereka nyusul”
“Gila… gue bener – bener gak nyangka
lo beneran pacaran sama Si Tiara Yoss” kata Dilan.
“ha ha ha … begitulah Lan gue juga gak
nyangka tahu” ujar Yossi.
“itu sejak kapan?” Tanya Dilan.
“Sejak hari perpisahan di SMA Bro dia
mah sama sahabat sendiri aja kagak nahan. Ha ha ha “ Ledek Ben.
“Sialan lo Ben!” gerutu Yossi.
“dan lo?” Tanya Dilan.
“gue? Kenapa sama gue?” jawab Ben.
“jangan bilang setelah gue tinggal di
London sampai gue balik lo masih aja jomblo?” kata Dilan.
“wkwkwkwkwk lo mah gak tahu si Ben aja
Lan. Mana aja cewek yang mau sama nih anak” Ledek balik Yossi.
“eh. Gue mah jomblo juga happy broo.
Dari pada gue pacaran sama sahabat sendiri. Kayak dibumi kagak ada cewe lain
aja” Bela Ben.
Dilan sedikit terganggu dengan
perkataan Ben barusan dia sedikit melamun.
Lalu Yossi menyiku tangan Ben yang
masih tertawa.
“apaan sih lo?” Tanya Ben.
Yossi hanya nunjuk ke arah Dilan.
“Lan. Lo gak papa? Lan ? Hello Dilan?
Lo gak apa – apa ?” Tanya Ben sambil melambai –lambikan tangan dihadapan wajah
Dilan.
Lalu Dilan tersadar, “hahh kenapa.
Sory Ben?” katanya.
“Lo kenapa. Siang – siang ngelamun aja”
Tanya Ben.
Dilan hanya berkata bahwa dia tidak
apa – apa, lalu mereka pun berangkat menuju Rumah Dilan.
Dikelas …
“Gimana Ge? Lo mau kesana juga?” Tanya
Tiara.
Gea masih terdiam.
“Ge gimana? Lo mau ikut kerumah Dilan
gak?” Tanya Rossa Sekarang.
“kalau lo gak mau juga gak papa sih
Ge. Kita bisa bilang lo lagi ada janji aja sama si Rei” kata Tiara.
“tapikan Ge gak ada janji sama Rei.
Gak boleh bohong tahu…” ujar Rossa Polos.
“aduh sa, mendingan lo diem Dulu deh
!” kata Tiara.
“Gue, gue masih ngerasa semua ini
kayak gak nyata aja ra. Gue masih gak percaya kalau Dia benar – benar udah
kembali” kata Gea.
“Tapi lo senengkan Ge. Akhirnya Dilan
Balik juga. Ini kayak mimpi lo selama ini jadi kenyataan Ge” kata Rossa dengan
polosnya.
“ssaa. kamu diem dulu bentar oke
sayang” Kata Tiara.
“kenapa sih?” Tanya Rossa.
“udah. Sshhuutttt!” ujar Tiara sambil
menutup mulut Rossa dengan tangannya.
“Ge. Gue ngerti, ngertiiiii banget
gimana perasaan lo sekarang. Kalau emang lo masih belum mau ketemu Dilan gak
apa – apa kok. Beneran” kata Tiara.
“Ra. Gue gak sepenuhnya salah kan?”
Tanya Gea.
“engga Ge. Lo gak salah apa – apa kita
semua tahu. Kita semua ngerti lo kok!” ujar Tiara.
“tapi tetep aja gue masih ngerasa gue salah,
udah khianatin Dilan. Gue gak bisa sedikit lebih bersabar lagi” kata Gea.
“Ge. Ini bukan tentang siapa yang
salah dan siapa yang benar. Ini tentang perasaan. Dilan harus ngerti kalau dulu
dia berani untuk meninggalkan, itu berarti dia harus berani juga menanggung resiko dilupakan” kata Tiara.
“iya betul banget tuh Ge, apa yang
dikatakan Tiara” sahut Rossa.
“jadi gimana? Ikut gak nih?” Tanya
Tiara.
“kayaknya Gue harus ikut deh. Toh kita
ini tetep sahabat kan. Yang udah berlalu ya biar aja. Dilan juga mungkin udah
lupakan tentang dulu?. Gue ikut!” kata Gea.
“are you sureeeee?” Tanya Tiara.
“aku sih Yes. Ha ha ha” jawab Gea.
Pada
akhirnya Gea mau ikut juga ke rumahnya Dilan.
Rumah Dilan ..
Yossi dan Ben sedan bermain Play
Station, sedang Dilan sedang tiduran diatas Sofa dengan sebuah Earphone
terpasang di telinganya.
“hei.. hei.. hei… gue lapar nih masak
– masak gih” ujar Rossa saat tiba dirumah Dilan diiringi Tiara dan Gea yang
berjalan masuk kerumah.
Berhenti sejenak bermain PS-nya dan
melirik Rossa,
“lo ya berisik tahu. datang-datang
langsung pengen makan aja. dasar lo badan kecil nafsu makan kek gorilla” gerutu
Ben yang merasa terganggu bermain gamenya karena suara nyaring Rossa, sehingga
Dilanpun bangkit dari berbaringnya dan matanya langsung menatap kedatangan Gea.
“yee… masalah buat lo? Mulut – mulut
gue, serah gue mau teriak kek gimana juga huhh !” balas Rossa tak mau kalah.
“lo pada dari dulu gak pernah berubah
ya. Heran gue!” kata Dilan sambil menggaruk-garuk kepalanya.
“lo sih yang mulai!” kata Rossa.
“yee.. lo tuh yang teriak-teriak.
berisik tahu. Lo kira ini hutan!” ujar Ben.
Sambil kemudian duduk di sofa Gea
hanya melihat sekeliling Rumah Dilan, Tiara berkata “udah sa, pala gue pusing
denger kalian berduan adu mulut terus”
“iya nih lo pada. Berantem aja. Jatuh cinta
baru tahu rasa lo!” sumpah Yossi.
“dihhh! Amit – amit gue. Kek gak ada
cewe lain aja di dunia ini” ujar Ben.
“emang siapa juga yang mau sama lo.
Dih mendingan jomblo seumur idup deh gue” kata Rossa.
“tahu ah pusing gue denger lo berdua,
yank kita kedapur yu ambil cemilan” ajak Yossi.
Saat Rossa dan Ben terus beradu
argument, Gea bangkit dari sofa kemudian berjalan ke arah balkon. Tiara dan
Yossi pergi kedapur dan Dilan masih terduduk melihat Gea dari belakang.
Dan kemudian Dilan berjalan
menghampiri Gea.
“Terlalu lama ya?” kata Dilan.
Gea sedikit kaget mendengar suara
Dilan tepat dibelakangnya, Gea masih merasa kaku dan bingung harus bersikap
seperti apa. Lalu ia berbalik dan berkata, “hahh? Emmm..” belum selesai bicara
Dilan sudah memotongnya sambil berjalan mendekati balkon sehingga sekarang
Dilan berdiri menghadap balkon dan Gea berdiri menghadap ke dalam rumah.
“Gimana kabar lo?” kata Dilan.
Lalu Gea berbalik kembali karah
balkon.
“emm.. gue. gue.. ya Seperti yang lo
lihat Gue baik- baik aja.” Kata Gea.
“ya, tahu kok ketara lo baik – baik
aja, dan malahan baik – baik banget” ujar Dilan.
“Maksudnya?” Tanya Gea. (ngapain nanya
kalau udah tahu) gerutu gea dalam hatinya.
“gak papa kok!” kata Dilan.
Gea makin merasa aneh dengan sikapnya
Dilan. Begitupun Dilan, dia merasa aneh dengannya saat ini. Disatu sisi Dilan
senang bisa ngobrol lagi berdua kek gini, tapi di sisi lain Dilan teringat
kalau Gea milik Rei membuat dia semakin kesal dan akhirnya sikapnya jadi aneh
tehadap Gea.
Tiara dan Yossi datang kembali dari
dapur membawa makanan. Ben dan Rossa yang sedang perang mulutpun langsung
berhenti dan langsung berburu makanan. Sedangkan Gea dan Dilan masih Dibalkon.
Kemudian handphone Gea berbunyi,
ternyata Rei yang menelpon. Dilan tahu itu dia langsung kembali ke dalam.
“Gea mana Lan?” Tanya Tiara.
Dilan hanya menunjukan jempolnya ke
arah balkon lalu duduk di dofa dengan wajah lelah.
“hallo Rei?” kata Gea.
“hallo. Tuan putriku. lagi dimana nih?
Barusan aku cek ke kelas udah gak ada” Tanya Rei.
“hemm,, iya Rei maaf aku lupa bilang
tadi kalau kita semua lagi dirumahnya Dilan” kata Gea.
“Dirumah Dilan?” Tanya Rei sedikit
aneh raut wajahnya.
“iya, Rei” kata Gea.
“hemmm gitu ya” kata Rei.
“kamu kesini aja Rei. Lagian rumahnya
gak jauh dari kampus kok. Nanti aku sms-in alamatnya” ujar Gea.
“aku kesana gak papa nih?” Tanya Rei.
“loh, emangnya kenapa ? lagian disini
juga banyak orang kok” kata Gea.
“ya udah aku otw sekarang yah!” kata
Rei.
“hati – hati dijalan. Aku sms-in
sekarang alamatnya” kata Gea sambil menutup teleponnya.
Kemudian Gea masuk kedalam rumah.
“Siapa yang telepon?” kata Tiara.
“Rei” jawab Gea.
“oh. Dia mau kesini?” Tanya Tiara
lagi.
Gea hanya menganggukan kepalanya dan
berkata, “gak apa-apakan?” Tanya Gea.
Tiara hanya tersenyum aneh seolah
mengerti keadaan Dilan.
“ya gak papalah Ge. emang Rei siapa
sih? Orang kita sering nongki bareng kenapa gak boleh kesini” kata Ben berasa
benar.
Tiba-tiba Rossa menjewer telinga Ben
sampai Ben memekik kesakitan, dan Rossa membalikkan kepala Ben ke arah Dilan
yang sedang duduk bersandar dengan mata terpejam di sofa di belakangnya, Yossi
dan Tiara menggerak – gerakan matanya kearah Dilan seolah isyarat buat Ben. Ben
lalu memukul – mukul kepalanya merasa menyesal.
“kenapa Ben?” Tanya Gea.
“oh. Gak papa Ge. Ini Cuma pala gue
sedikit pusing aja. Iya pusing dikit kok Ge” ujar Ben.
Lalu tiba – tiba suara Bel-pun
berbunyi. Ben langsung berdiri dan berkata
“itu pasti Rei. Gue yang bukain oke.”
Namun tiba – tiba Dilan berdiri sambil berjalan ke bawah “Gue aja yang buka”
katanya Lalu pergi untuk membuka pintu, karena memang tempat mereka biasa
ngumpul dilantai atas yang langsung mengarah ke balkon luar dekat kamarnya
Dilan.
*************************************************************************************
pemberitahuan bahwa You're My
Mine Ini hanya Up diblog resmi saya
#alindastories.blogspot.com -
mystory's
dan Akun Wattpad saya
@alindakhaliva.
jadi jika ada yang mem-posting
cerita ini diblog ataupun akun yang lain tanpa komfirmasi dan ijin share dari
saya sendiri mohon untuk menghubungi saya di Line : Nda_Lynda20 ^^
Terimakasih
bagi yang sudah membaca :)
Terimakasih atas kerjasamanya ^^