Chapter
5

“Bukannya Dia yang udah merebut Milik
Gue”
Dilan Nata Danishwara
Rumah Dilan..
“Ben! Ntar kalo Rei udah disini awas
ya tuh mulut lo yang lemes di jaga bae - bae” ujar Tiara.
“iya, iya gue paham napa!” jawab Ben.
Tapi Ge, apa gak sebaiknya lo ceritain aja sejujurnya sama Rei sebelum dia tahu
dengan sendirinya. Gue takut aja. Kalian semua pada tahu Dilan ke gimana kan?”
tambahnya.
“gue ngerti maksud lo Ben, Cuma gue
rasa ini belum saatnya aja. Dan gue yakin Dilan gak akan ngomong yang
gimana-gimana sama Rei” ujar Gea.
“ya. Gue sih Cuma ngingetin lo aja Ge.
tapi semuanya tetep terserah sama lo nya juga sih!” ujar Ben.
“tapi kayaknya seru juga loh, kalo Rei
tahu Gea sama Dilan itu pernah cie cie” ujar Rossa dengan wajah tanpa dosa.
“ssaaaaa… ya ampun plis deh. Kamu diem
ya sayang” ujar Tiara.
“ra, kayaknya yang mesti lo ingetin
tuh bukan gue. Tapi dia” ujar Ben sambil nunjuk Rossa.
“idihhh kenapa jadi gue” ujar Rossa.
“bener Ben gue salah. Gue lupa kalo
rossa tuh lebih parah lagi aduhhh” ujar Tiara sambil tertawa.
(di bawah)
Dilan membukakan pintu, dan mereka
berdua bertatapan.
“Masuk. mereka diatas” ujar Dilan
Cuek. Rei hanya tersenyum dan melangkah masuk kerumah Dilan. Mereka berdua
berjalan bersama menaiki tangga Rei dahulu kemudian disusul Dilan tepat
dibelakangnya. (pemandangan yang jarang 2 cogan berjalan bersama hahahahaha)
Semua yang ada di lantai atas termasuk
Gea mereka semua bengong seketika melihat Dilan dan Rei tiba bersamaan dilantai
atas.
“Ge, seru juga kayanya kalau misalkan
mereka berantem” bisik Tiara. “Ra, jangan nambah-nambahin deh. Baru liat mereka
berdiri deketan kayak gitu aja gue udah parno banget tahu” jawab Gea. “kalian
bisik-bisik apaan sih” Tanya Rossa. “engga ada kok sayang” timpal Tiara.
“hei Rei. Udah sampai lo! Sini-sini
gabung” ujar Ben. Rei kemudian menghampiri Ben dan duduk didekat Gea, sedangkan
Dilan duduk di sopa yang jauh dari mereka.
Suasana yang tadi tampak tegang
“emmmmhh lo mau minum apa Rei? biar
gue ambilin” ujar Ben sambil menghangatkan suasana yang masih agak terasa
canggung itu. “gue apa aja deh Ben, serah lo”. Tiba-tiba Gea berdiri dari
duduknya, “biar gue aja Ben. Lo duduk aja!” tunggu bentar yaa ucapnya pada Rei.
Sambil melangkah menuju dapur yang ada dilantai bawahnya. “Nah gitu donk dari
tadi” timpal lagi Ben. Saat mereka sedang mengobrol mereka gak sadar kalau
Dilan mengikuti Gea ke bawah. Sebenarnya semua memang tidak sadar terkecuali
Rei yang menyadari itu namun diapun hanya diam saja dan hanya ikut berbaur
dengan yang lainnya.
Gea sedang membuat minuman untuk Rei,
tiba-tiba sebuah suara yang terdengar tidak asing berada tepat dibelakangnya
tubuhnya. “sweet banget sih, sampe dibuatin khusus segala” canda Dilan meskipun
bukan terlihat sedang bercanda. Gea yang
mendengar itu sangat terkejut dan langsung berbalik sehingga mereka berhadapan
dengan jarak yang begitu dekat sampai tubuh merekapun hampir bersentuhan, Gea tidak bisa mundur
karena tubuhnya sudah mentok pada meja dapur. “l-lo ngapain disini?” Tanya Gea
gugup. “emangnya kenapa? Mentang – mentang disini ada pacar lo, gue gak boleh
deket sama lo?” ujar Dilan. Gea hanya menghiraukan ucapan Dilan lalu dia
bergegas meninggalkannya, namun Kedua Tangan Dilan menghimpit Tubuh Gea
sehingga Gea kini tak bisa berkutik. “Bentar, gue mau ngomong sama lo” kemudian
Gea menatap Dilan mata mereka bertemu, untuk beberapa detik hanya suara nafas
mereka berdua yang terdengar disana, “Ge. gue kangen banget sama lo” ucapnya
terdengar begitu lembut ditelinga Gea dia tehenyak karena untuk pertama kalinya
setelah 5 tahun, dia mendengar lagi suara yang lembut yang begitu dia rindukan
selama ini. Gea hanya terdiam dia takut, bingung dan tak tidak tahu harus
bereaksi seperti apa. Sampai sebuah suara menyadarkannya, “kalian sedang apa?”
ucap Rei. Gea sangat terkejut melihat Rei dia segera mendorong Tubuh Dilan,
mengambil Gelas den menghampiri Rei. “kamu kok, turun kenapa gak tunggu aku
aja! Ucap Gea kaku. “iya, soalnya kamu agak lama, aku takut kamu kenapa-kenapa
jadi aku turun” ujarnya. Kemudian gea mengajak Rei kembali ke atas,
meninggalkan Dilan yang masih berdiri disana, dan Rei yang mengikuti Gea namun
masih dengan pikiran yang berkecamuk dikepalanya melihat apa yang terjadi tadi
antara Gea dan Dilan kenapa mereka sangat sedekat itu. Melihat itu Dilan hanya
terdiam entah apa yang sedang berada dalam pikirannya yang pasti Dilan
benar-benar gak suka melihat Gea dengan Rei. Lalu kemudian Dilanpun kembali ke
atas. Namun saat itu Dilan Melihat Gea dan Rei sudah berjalan menuruni tangga
hendak untuk pulang dan Gea hanya berpamitan seperlunya pada Dilan. Saat sampai
Diatas Ben langsung menghampiri Dilan yang duduk di sofa, dan memandangnya
sangat dalam. Sambil meminum minumannya,”Kenapa lo” tanyanya pada Ben. “Lan lo
gak lupa kan gue udah pernah ingetin lo untuk, Jangan Lan !” Dilan mengerti
maksud Ben untuk jangan mendekati Gea lagi apalagi merebutnya dari Rei”.
Kemudian tiara menghampiri Dilan, “lo berusan ngapain dibawah sama Gea?”
ujarnya penasaran.”apaan sih lo pada? Gue gak ngapa-ngapain juga”` “Masa gak
ngapa-ngapain Rei langsung ngajak Gea pergi gitu!” Tambah Rossa. Lalu Dilan
dian dan menatap semua sahabatnya yang terlihat mengaangguk mengiyakan
pertanyaan rossa. “GUE GAK NGAPA-NGAPAIN SAMA GEA, GUE CUMA NGOBROL AJA” Tegas
Dilan. “gue gak percaya sama lo! Lo kira gue kenal sama lo kemaren sore” ucap
Ben. “ya emang gak ngapa-ngapian bego mau gimana, gue Cuma lagi ngobrol aja
sama gea tiba-tiba si Rei datang udah
gitu aja!” jelas Dilan sambil menoyor kepala Ben yang dari tadi paling
penasaran padanya. “gak mungkin!” bantah Ben dan semua sahabatnya mengangguk.
“ya elaahhhh rese banget sih lo pada” gerutu Dilan. “awas ya kalo sampe lo
macem-macem dibelakang gue dan tanpa gue tahu!” ancam Ben. “apa? Apa? Heuhh?
Mau apa lo?” ujar Dilan. “ lalu Ben terkekeh “gue? Gue? … gak mau apa-apa sih
hahahaha” sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. “euh dasar sarap
lo” tambah yossi. “tapi Lan, lo beneran gak punya Niat kan buat merebut Gea?
Ujarnya hati – hati takut Dilan Tersinggung. Semua sahabatnya menatap Dilan
Serius ingin mendengar jawabannya. Dilan hanya tertawa dia berdiri dan menuju
balkon sambil berkata,”Bukannya Dia yang udah merebut Milik Gue”. Mendengar
jawaban Dilan semua sahabatnya saling berpandangan dan berargumen
masing-masing.
Kenapa? Sedikit ya? Hahaha
Maklum setelah sekian lama hiatus
author ternyata kangen banget sama sosok Dilan dan Gea hihihi
Selamat membaca
Jangan lupa Votementnya yaaaaaaa
Mmmuaaacchhh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar