My Story's

Rabu, 15 November 2017

You're My Mine Chapter 2 ^^




Chapter 2
Gea, bersama dengan tiara rossa dan Yossi. Sedangkan Ben belum datang. Dan Tiara sedang memesan makanan.
“si Ben kemana Yoss?” Tanya Gea.
“emang lo gak tahu Ge?” kata Yossi.
“Tahu apa sih?” Tanya Gea.
“iya tahu apaan sih? Emang si Ben kemana?” tambah Rossa.
“sore ini kan tim basket ada pertandingan sama kampus budi utomo, Ben lagi pada latihan! Emang Rei gak ngasih tahu lo ge?” Tanya Yossi.
“hmmh iya gitu? Lo juga gak tahu Ge?” tambah Rossa.
“ya ampunn… kok gue bisa lupa sih!” gerutu Gea sambil mengacak-acak rambutnya. “pantesan aja, pagi tadi Rei kek gitu” tambahnya.
“kek gitu, kayak gimana maksud lo?” Tanya Rossa.
Sambil beranjak pergi dari kursinya Gea berkata, “sory, gue pergi dulu sebentar ya!”
“Eh Ge lo mau kemana? Ini pesanan lo ?” teriak Tiara yang baru datang dengan nampan berisi makanan ditanganya.
“makan duluan aja, Ra !” teriak Gea sambil terus pergi.
“Tuh anak mau kemana sih? Kebelet?” Tanya Tiara yang kemudian duduk dan membagikan makanannya.
“itu mah sih lebih parah dari kebelet” ujar Rossa.
“Hahh? Maksud lo? Tanya Tiara.
“Gea lupa kalo hari ini Rei ada pertandingan penting yang lawan kampus budi utomo”  jawab Rossa.
“Apa? Gea lupa? Kok bisa?” Tanya tiara lagi seperti gak percaya. “kan kita semua tahu selama pacaran sama Rei Gea gak pernah lupa hal-hal penting menyangkut Rei? Jadi kok bisa?” ujarnya lagi.
Yossi hanya mengangkat bahunya seperti mengatakan “gue gak tahu!” Sambil meminum jus-nya.
“Tahu gue juga, tuh anak akhir-akhir ini Gafok mulu” kata Rossa.

Lapangan Basket…
“hei Ben ! lihat Rei gak” Tanya Gea.
“Rei? Kayaknya dia masih diruang ganti Ge. Kenapa emnag” kata Ben.
“gak papa, gue nunggua disini aja kalau gitu” ujar Gea.
“ya udah tunggu aja, bentaran lagi juga Rei keluar” kata Ben.
Tak lama kemudian Rei-pun keluar dari ruang ganti, dia melihat Gea yang sedang duduk di dipinggiran lapang. Setelah melihat Rei Gea langsung berdiri dan melambaikan tangannya.
Kemudian Rei menghampirinya.
“Ge? Ada apa?” Tanya Rei.
Sambil memeluk Rei, “I Love You Too” ujarnya.
Rei tertawa Kecil.
Sambil melepaskan pelukannya Gea berkata, “kok ketawa sih?”
Rei masih Tertawa Kecil melihat sikap Gea kemudian memegang wajah manis gadis yang ada dihadapannya itu, “kenapa? Baru inget aku ada pertandingan sekarang? Ujarnya.
Gea menganggukkan kepalanya, “maaf, Rei aku benar-benar lupa. gak tahu kenapa akhir-akhir ini aku gak focus dan sering banget jadi pelupa kek gini. Maaf ya” ujarnya.
“Emmm… maafin gak nih ya?” canda Rei. “aahhh… maafin dong maafin yaa, kan sekarang udah ingat juga yah yah yah maafin yah !” rajuk Gea sambil memohon-mohon dengan merapatkan kedua tangannya.
“iya aku maafin!” kata Rei.
“Beneran?” Tanya Gea.
“iyaa… apa sih yang engga buat tuan putriku ini” ujar Rei sambil nyubit pipinya Gea.
Tiba-tiba Ben berteriak dari tengah lapangan, “wooyyyy… mesra-mesraanya ntar aja. Ini belom waktunya” ujarnya.
“huhhh ganggu aja loh! Bilang aja lo sirik. Makanya jangan kelamaan jomblo lo !” teriak Gea kemudian.
“yeeee… gua mah jomblo juga happy dongggg!!!!” balasnya lagi.
“ya udah… sekaang mau nungguin aku latihan disini apa mau kesini lagi nanti pas mau mulai tandingnya?” kata Rei.
“aku barusan ninggalin makanan dikantin, jadi aku balik dulu ke kantin abis itu langsung ke sini lagi” kata Gea.
“ya udah kalo gitu aku latihan dulu ok” ujar Rei.
“iya, semangat Rei” kata Gea sambil mencium pipinya Rei.
Kemudian Rei mencium kening Gea, “asal kamu disini aku yakin aku pasti menang” ujarnya.
Kemudian Gea pergi ke kantin dan Rei mulai pemanasan. Pertandingan-pun berjalan dengan sengit setiap tim terus menambah poin-poin meraka dan akhirnya pertandingan dimenangkan oleh Tim Rei didetik-detik terakhirnya Rei berhasil mencatak triple point.

Café Kak Vito…
Malam ini malam perayaan kemenangan tim basket di cafenya kak vito, semua orang terlihat bahagia Alea-pun ada disana “wah selamat ya Rei kali ini tetap juara” ujar kak vito. “makasih kak itu semua berkat do’a dan dukungan dari kalian semua guys” ujar Rei.
“gimana gak menang, belom pemanasan aja udah dapet ciuman di pipi” goda Ben. Yang membuat semua orang riuh.
Karena kesal Gea melempar bantal kursi pada Ben.
“wah kayaknya mba ketinggalan lihat adegan romatisnya nih” tambah mba Alea yang membuat wajah Gea semakin merah karena malu.
“udah mba, kasian lihat tuan putriku wajahnya sampai merah gini” bela Rei sambil megelus kepalanya Gea.
“aahhhhh tuan putri ya” goda Tiara lagi sambil tertawa.
Tiba-tiba Ben dapat panggilan telepon dan ternyata itu dari yossi. Yossi memang tidak disana atau bisa dibilang dia belum datang.
“bentar-bentar yoss, disini berisik gue keluar dulu” ujar Ben sambil berjalan keluar.
Dan yang lain masih tetap asyik mengobrol, menggoda Gea dan Rei.

Diluar…
“hallo bro, kenapa? Lo masih dimana sih?” Tanya Ben.
“ini gue belakang lo!” ujar Yossi sambil menutup teleponnya.
“lo disini? Kenapa lo gak masuk. Malah nelpon lagi. Ada apaan sih?” Tanya Ben.
“Tanyanya satu-satu nape, bingung gue jawab yang mana dulu” kata Yossi.
“iya lo ngapain disini, tapi gak masuk dan malah nelpon gue?” Tanya Ben.
“gue gak enak sama yang lain kalau ngomong di dalem, makanya gue nelpon lo.” Kata Yossi.
“Apaan sih? Cepetan gue jadi penasaran” kata Ben.
“Ben. Dilan ternyata udah balik ke indo!” jawab Yossi.
“wah bro, lo jangan bercanda mulu lah. Lebih baik kita ke dalam, semua udah pada ngumpul!” kata Ben.
“gue serius Ben. Anak itu Benar-benar udah balik!” kata Yossi.
“serius lo?” Tanya Ben.
“Dua rius gue broooo!” ujar Yossi.
“yakin? ketemu dia dimana lo ?” Tanya Ben
“gue belum ketemu. Tapi bokap gue bilang tadi siang katanya dia ketemu sama Dilan dikantor bokapnya Dilan yang Dijakarta. Malah mereka sempet ngobrol panjang lebar katanya” ujar Yossi.
“Dia balik tapi gak ngabarin kita? Bener-bener minta dihajar tuh anak!” ujar Ben.
Tiba-tiba suara handphone Ben berdering, sebuah panggilan dari nomor tak dikenal. Kemudian Ben mengangkatnya, “hallo siapa nih?” Tanya Ben.
Lalu seseorang berkata dalam telepon itu, “kayaknya gue gak pernah minta di hajar deh!” mendengar itu Ben sangat Kaget dia berkata, “broo.. Dilan disini !”
“hahh??? Maksud lo? Kok jadi gue yang gak percaya sama lo sih!” kata Yossi.
Mereka berdua celingukan melihat kesana-kesini mencari Dilan.
Tiba-tiba Seorang laki-laki tinggi berkaki jenjang, memakai jeans dan sweater berwarna maroon dengan tangan dimasukkan dikedua saku depan sweaternya, berjalan menghampiri Ben dan Yossi. Mereka berdua terlihat kaget, bingung, shok, gak tahu harus ngapain terus menatap laki-laki yang terus berjalan menghampirinya itu.
Yah Dia adalah Dilan, he comeback. Dilan berhenti tepat dihadapan Ben dan Yossi.
“lo? Beneran Dilan?” kata Yossi.
Tanpa basa basi tiba – tiba satu pukulan mendarat di pipinya Dilan.
“lo! Sahabat macam apa lo! pergi mendadak. 5 tahun tanpa kabar. Dan sekarang lo balik tiba-tiba ada disini dan gak ngabarin kita sama sekali!” bentak Ben.
“sorry, Ben Yoss. Gue… Guee” belum selesai bicara Ben langsung memeluk Dilan.
“gue kangen banget sama lo anj*** , gue kangen mann” ujarnya.
“gue juga kangen sama lo, sama kalian semua” kata Dilan.
Akhirnya mereka bertiga berpelukan seperti seorang anak ayam yang sudah lama tak betemu dengan induknya.
Rossa yang niatnya keluar mau menggil Ben karena lama, akhirnya melihat Dilan
“Ben lo kok masih Dilu..” terpotong karena melihat Dilan.
“lo?” Tanya Rossa kaget.
“hai.. sa lama gak ketemu!” ujar Dilan.
“lo? Benar-benar Dilan?” tanyanya sambil menghampiri Dilan lalu mencubit pipi Dilan dan pipinya sendiri seolah memastikan bahwa itu bukanlah mimpi.
“iya gue Dilan sa. Ini bukan mimpi” kata Dilan.
Rossa senang namun masih terlihat seperti antara percaya dan tidak percaya.
Mereka ngobrol sebentar hanya sempat menanyakan kapan Dilan Tiba Di indo. Karena mereka terlalu lama diluar akhirnya mereka masuk ke Café dan dengan berbagai bujukan dan paksaan Dilan-pun ikut masuk.


#you'remymine
#Chapter2Up
#Terimakasih
#ygsudahmembaca :):))

Tidak ada komentar: