Chapter
2
Gea, bersama dengan tiara rossa dan
Yossi. Sedangkan Ben belum datang. Dan Tiara sedang memesan makanan.
“si Ben kemana Yoss?” Tanya Gea.
“emang lo gak tahu Ge?” kata Yossi.
“Tahu apa sih?” Tanya Gea.
“iya tahu apaan sih? Emang si Ben
kemana?” tambah Rossa.
“sore ini kan tim basket ada
pertandingan sama kampus budi utomo, Ben lagi pada latihan! Emang Rei gak
ngasih tahu lo ge?” Tanya Yossi.
“hmmh iya gitu? Lo juga gak tahu Ge?”
tambah Rossa.
“ya ampunn… kok gue bisa lupa sih!”
gerutu Gea sambil mengacak-acak rambutnya. “pantesan aja, pagi tadi Rei kek
gitu” tambahnya.
“kek gitu, kayak gimana maksud lo?”
Tanya Rossa.
Sambil beranjak pergi dari kursinya
Gea berkata, “sory, gue pergi dulu sebentar ya!”
“Eh Ge lo mau kemana? Ini pesanan lo
?” teriak Tiara yang baru datang dengan nampan berisi makanan ditanganya.
“makan duluan aja, Ra !” teriak Gea
sambil terus pergi.
“Tuh anak mau kemana sih? Kebelet?”
Tanya Tiara yang kemudian duduk dan membagikan makanannya.
“itu mah sih lebih parah dari kebelet”
ujar Rossa.
“Hahh? Maksud lo? Tanya Tiara.
“Gea lupa kalo hari ini Rei ada
pertandingan penting yang lawan kampus budi utomo” jawab Rossa.
“Apa? Gea lupa? Kok bisa?” Tanya tiara
lagi seperti gak percaya. “kan kita semua tahu selama pacaran sama Rei Gea gak
pernah lupa hal-hal penting menyangkut Rei? Jadi kok bisa?” ujarnya lagi.
Yossi hanya mengangkat bahunya seperti
mengatakan “gue gak tahu!” Sambil meminum jus-nya.
“Tahu gue juga, tuh anak akhir-akhir
ini Gafok mulu” kata Rossa.
Lapangan Basket…
“hei Ben ! lihat Rei gak” Tanya Gea.
“Rei? Kayaknya dia masih diruang ganti
Ge. Kenapa emnag” kata Ben.
“gak papa, gue nunggua disini aja
kalau gitu” ujar Gea.
“ya udah tunggu aja, bentaran lagi
juga Rei keluar” kata Ben.
Tak lama kemudian Rei-pun keluar dari ruang
ganti, dia melihat Gea yang sedang duduk di dipinggiran lapang. Setelah melihat
Rei Gea langsung berdiri dan melambaikan tangannya.
Kemudian Rei menghampirinya.
“Ge? Ada apa?” Tanya Rei.
Sambil memeluk Rei, “I Love You Too”
ujarnya.
Rei tertawa Kecil.
Sambil melepaskan pelukannya Gea
berkata, “kok ketawa sih?”
Rei masih Tertawa Kecil melihat sikap
Gea kemudian memegang wajah manis gadis yang ada dihadapannya itu, “kenapa?
Baru inget aku ada pertandingan sekarang? Ujarnya.
Gea menganggukkan kepalanya, “maaf,
Rei aku benar-benar lupa. gak tahu kenapa akhir-akhir ini aku gak focus dan
sering banget jadi pelupa kek gini. Maaf ya” ujarnya.
“Emmm… maafin gak nih ya?” canda Rei.
“aahhh… maafin dong maafin yaa, kan sekarang udah ingat juga yah yah yah maafin
yah !” rajuk Gea sambil memohon-mohon dengan merapatkan kedua tangannya.
“iya aku maafin!” kata Rei.
“Beneran?” Tanya Gea.
“iyaa… apa sih yang engga buat tuan
putriku ini” ujar Rei sambil nyubit pipinya Gea.
Tiba-tiba Ben berteriak dari tengah
lapangan, “wooyyyy… mesra-mesraanya ntar aja. Ini belom waktunya” ujarnya.
“huhhh ganggu aja loh! Bilang aja lo
sirik. Makanya jangan kelamaan jomblo lo !” teriak Gea kemudian.
“yeeee… gua mah jomblo juga happy
dongggg!!!!” balasnya lagi.
“ya udah… sekaang mau nungguin aku
latihan disini apa mau kesini lagi nanti pas mau mulai tandingnya?” kata Rei.
“aku barusan ninggalin makanan
dikantin, jadi aku balik dulu ke kantin abis itu langsung ke sini lagi” kata
Gea.
“ya udah kalo gitu aku latihan dulu
ok” ujar Rei.
“iya, semangat Rei” kata Gea sambil
mencium pipinya Rei.
Kemudian Rei mencium kening Gea, “asal
kamu disini aku yakin aku pasti menang” ujarnya.
Kemudian Gea pergi ke kantin dan Rei
mulai pemanasan. Pertandingan-pun berjalan dengan sengit setiap tim terus
menambah poin-poin meraka dan akhirnya pertandingan dimenangkan oleh Tim Rei
didetik-detik terakhirnya Rei berhasil mencatak triple point.
Café Kak Vito…
Malam ini malam perayaan kemenangan
tim basket di cafenya kak vito, semua orang terlihat bahagia Alea-pun ada
disana “wah selamat ya Rei kali ini tetap juara” ujar kak vito. “makasih kak
itu semua berkat do’a dan dukungan dari kalian semua guys” ujar Rei.
“gimana gak menang, belom pemanasan
aja udah dapet ciuman di pipi” goda Ben. Yang membuat semua orang riuh.
Karena kesal Gea melempar bantal kursi
pada Ben.
“wah kayaknya mba ketinggalan lihat
adegan romatisnya nih” tambah mba Alea yang membuat wajah Gea semakin merah
karena malu.
“udah mba, kasian lihat tuan putriku
wajahnya sampai merah gini” bela Rei sambil megelus kepalanya Gea.
“aahhhhh tuan putri ya” goda Tiara
lagi sambil tertawa.
Tiba-tiba Ben dapat panggilan telepon
dan ternyata itu dari yossi. Yossi memang tidak disana atau bisa dibilang dia
belum datang.
“bentar-bentar yoss, disini berisik
gue keluar dulu” ujar Ben sambil berjalan keluar.
Dan yang lain masih tetap asyik
mengobrol, menggoda Gea dan Rei.
Diluar…
“hallo bro, kenapa? Lo masih dimana
sih?” Tanya Ben.
“ini gue belakang lo!” ujar Yossi
sambil menutup teleponnya.
“lo disini? Kenapa lo gak masuk. Malah
nelpon lagi. Ada apaan sih?” Tanya Ben.
“Tanyanya satu-satu nape, bingung gue
jawab yang mana dulu” kata Yossi.
“iya lo ngapain disini, tapi gak masuk
dan malah nelpon gue?” Tanya Ben.
“gue gak enak sama yang lain kalau
ngomong di dalem, makanya gue nelpon lo.” Kata Yossi.
“Apaan sih? Cepetan gue jadi
penasaran” kata Ben.
“Ben. Dilan ternyata udah balik ke
indo!” jawab Yossi.
“wah bro, lo jangan bercanda mulu lah.
Lebih baik kita ke dalam, semua udah pada ngumpul!” kata Ben.
“gue serius Ben. Anak itu Benar-benar
udah balik!” kata Yossi.
“serius lo?” Tanya Ben.
“Dua rius gue broooo!” ujar Yossi.
“yakin? ketemu dia dimana lo ?” Tanya
Ben
“gue belum ketemu. Tapi bokap gue
bilang tadi siang katanya dia ketemu sama Dilan dikantor bokapnya Dilan yang
Dijakarta. Malah mereka sempet ngobrol panjang lebar katanya” ujar Yossi.
“Dia balik tapi gak ngabarin kita?
Bener-bener minta dihajar tuh anak!” ujar Ben.
Tiba-tiba suara handphone Ben
berdering, sebuah panggilan dari nomor tak dikenal. Kemudian Ben mengangkatnya,
“hallo siapa nih?” Tanya Ben.
Lalu seseorang berkata dalam telepon
itu, “kayaknya gue gak pernah minta di hajar deh!” mendengar itu Ben sangat
Kaget dia berkata, “broo.. Dilan disini !”
“hahh??? Maksud lo? Kok jadi gue yang
gak percaya sama lo sih!” kata Yossi.
Mereka berdua celingukan melihat
kesana-kesini mencari Dilan.
Tiba-tiba Seorang laki-laki tinggi
berkaki jenjang, memakai jeans dan sweater berwarna maroon dengan tangan
dimasukkan dikedua saku depan sweaternya, berjalan menghampiri Ben dan Yossi.
Mereka berdua terlihat kaget, bingung, shok, gak tahu harus ngapain terus
menatap laki-laki yang terus berjalan menghampirinya itu.
Yah Dia adalah Dilan, he comeback.
Dilan berhenti tepat dihadapan Ben dan Yossi.
“lo? Beneran Dilan?” kata Yossi.
Tanpa basa basi tiba – tiba satu
pukulan mendarat di pipinya Dilan.
“lo! Sahabat macam apa lo! pergi
mendadak. 5 tahun tanpa kabar. Dan sekarang lo balik tiba-tiba ada disini dan
gak ngabarin kita sama sekali!” bentak Ben.
“sorry, Ben Yoss. Gue… Guee” belum
selesai bicara Ben langsung memeluk Dilan.
“gue kangen banget sama lo anj*** ,
gue kangen mann” ujarnya.
“gue juga kangen sama lo, sama kalian
semua” kata Dilan.
Akhirnya mereka bertiga berpelukan
seperti seorang anak ayam yang sudah lama tak betemu dengan induknya.
Rossa yang niatnya keluar mau menggil
Ben karena lama, akhirnya melihat Dilan
“Ben lo kok masih Dilu..” terpotong
karena melihat Dilan.
“lo?” Tanya Rossa kaget.
“hai.. sa lama gak ketemu!” ujar
Dilan.
“lo? Benar-benar Dilan?” tanyanya
sambil menghampiri Dilan lalu mencubit pipi Dilan dan pipinya sendiri seolah
memastikan bahwa itu bukanlah mimpi.
“iya gue Dilan sa. Ini bukan mimpi”
kata Dilan.
Rossa senang namun masih terlihat
seperti antara percaya dan tidak percaya.
Mereka ngobrol sebentar hanya sempat
menanyakan kapan Dilan Tiba Di indo. Karena mereka terlalu lama diluar akhirnya
mereka masuk ke Café dan dengan berbagai bujukan dan paksaan Dilan-pun ikut
masuk.
#you'remymine
#Chapter2Up
#Terimakasih
#ygsudahmembaca :):))

Tidak ada komentar:
Posting Komentar