My Story's

Kamis, 23 November 2017

You're My Mine Chapter 3 ^^



Chapter 3 

Suasana didalam café masih sama penuh tawa, berbaur keceriaan antara sahabat-sahabat Gea, Tim basket dan para tamu yang datang ke Café-nya Vito. Namun tiba-tiba Suasana dimeja tempat mereka berkumpul seketika menjadi hening saat Ben masuk dan Rossa menghampiri Tiara dan berbisik, “Ra. Dilan ada disini, bentar lagi dia masuk bareng yossi”. Mendengar sahabatnya itu mata Tiara langsung membelalak kaget tak percaya.
“ehm, ehm, semuanya sory ya gue ganggu sebentar nih, gue mau ngenalin seseorang ini sahabat gue yang baru pulang dari London” kata Ben. Mendengar kata London Gea yang sedari tadi asik ngobrol sama Rei tiba-tiba terkaget dan langsung melihat ke arah pintu. Kemudian Dilan masuk ke café bersama Yosi, semua orang tertuju pada mereka.
“nah temen-temen semuanya, kenalin ini sahabat lama gue namanya Dilan. Dia baru balik dari London” kata Ben.
“Hai semua, Gue Dilan. Senang bertemu kalian.” Ujar Dilan.
Dan semua orang mengenalkan dirinya masing-masing.
“gue kangen banget sama lo lan. Gimana kabar lo? Baik kan?” Tanya Vito.
“baik bang. Lo gimana? Kayaknya café lo makin rame aja bang“ kata Dilan.
“yah, seperti yang lo lihat lan beginilah.” Kata Vito.
“dan lan kenalin ini Rei temen satu Tim basket Gue, dan Rei kenalin ini Dilan” ujar Ben. Kemudian Rei dan Dilan Saling berjabatan.
“dan Rei ini, dia… dia pacarnya Gea Lan!” kata Ben gugup.
Kemudian vito mengenalkan Alea pada Dilan “oh iya kenalin juga lan ini pacar gue Alea, dan dia juga kakaknya Rei” tambahnya. Sambil menyodorkan tangannya, Alea memperkenalkan Diri Dengan Dilan. Sedangkan Gea yang sedari terlihat sangat kaget dengan kepulangan Dilan yang tiba-tiba dia hanya duduk terdiam, lalu Dilan menyodorkan tangannya terlebih dulu pada Gea dan berkata, “Hai Ge. Lama gak bertemu, bagaimana kabarmu?”.
Gea hanya menatap Dilan Sekilas dan menjawab, “Baik Kok !” tanpa menyambut tangan Dilan. Suasana agak tegang mereka seketika buyar saat Tiara Berdiri dan menghampiri Dilan.
“Lo, berangkat ngedadak. Balik gak bilang-bilang gue. Rasain nih!” kata Tiara Sambil terus Mukul Dilan dengan bantalan Kursi.
Dilan berteriak kesakitan sambil tertawa-tertawa kecil karena Dilan tahu meskipun sahabat-sahabatnya itu kesal terhadapnya, Namun sebenarnya mereka hanya Rindu saja seperti yang ia sendiri rasakan.
Malam itu akhirnya Dilan ikut bergabung merayakan kemenangan Tim basket Rei.
Setelah pesta perayaan berakhir Tim basket pulang, Alea pulang Diantar Vito. Dan Gea juga langsung pulang Diantar sama Rei. Sedangkan Yosi, Ben, Tiara Rosa dan Dilan Masih berada di Café.

Perjalanan pulang…
“sayang, itu bukannya Dilan yang kamu pernah cerita sama aku kan? Yang kata kamu orang yang sangat berarti dalam hidup Gea? Tanya Alea.
“iya. Dia Dilan yang dulu aku pernah cerita sama kamu. Tapi aku sendiri juga gak tahu pasti bagaimana hubungan mereka, yang aku tahu memang sejak kecil Gea, Dilan, Ben dan yang lainnya udah bersahabat malah aku aja udah kayak sama ade sendiri kalo sama mereka” jawab Vito.
“hmmm kok, tiba-tiba banget Dilan balik ke indo?” kata Alea.
“aku rasa sih gak tiba-tiba juga sayang. Pasti Dilan sudah merencanakannya untuk balik ke indo jauh-jauh hari” kata Vito.
“oh gitu ya” ucap Alea.
“oh ya sayang, kamu gak cerita soal Dilan sama Rei-kan ?” Tanya Vito.
“ya enggalah sayang kan kamu yang bilang jangan” kata Alea.
“iya, aku bilang jangan bukan karena ada yang ditutup-tutupi soal Dilan. Hanya saja mungkin Rei lebih berhak tahu langsung dari Gea sendiri” ujar Vito.
“iya, aku ngerti kok. Lagian aku juga gak mau terlalu ikut campur sama hubungan mereka. masalah mereka ya biarin mereka yang selesaikan, kalau memang ada salah paham dan kita tahu nah baru aku akan ikut campur” kata Alea.
“makasih ya kamu udah mau mengerti” ujar Vito. Sambil mengelus-elus rambut Alea.
“sama-sama sayang” ujar Alea.

Rumah Gea…
“makasih Rei. Aku masuk dulu” kata Gea yang sedari tadi wajahnya terlihat lelah.
“Ge tunggu,” kata Rei sambil nahan tangannya Gea.
Lalu Gea membalikkan badannya.
“makasih ya buat hari ini. Aku benar-benar bahagia banget” ujar Rei.
“sama-sama Rei. Aku juga senang kok. Sekali lagi selamat ya. Kamu memang paling jago deh kalo udah yang namanya basket. Hari ini kamu keren banget” kata Gea.
“itu semua berkat dukungan dan semangat dari kamu juga” kata Rei sambil mencubit hidungnya Gea.
“ya udah kamu sekarang pulang. Kamu pasti capek banget kan. Kamu butuh istirahat” kata Gea.
“ya udah aku pulang ya..” kata Rei sambil mencium kening Gea.
“iya hati-hati dijalannya oke” kata Gea.
“ok. Siap Tuan Putri” kata Rei sambil tertawa kecil.
“bye Rei” kata Gea.
Rei hanya melambaikan tangannya dan langsung tancap gas pulang.
Setelah Rei pergi Gea menarik nafasnya dalam-dalam, dan mengeluarkannya sekaligus. Gea merasa apa yang terjadi padanya barusan di Café Kak Vito seperti mimpi. Dia memang selalu berharap Dilan Kembali. Tapi Setelah Dilan Kembali Gea merasa aneh dan tak karuan dengan hatinya. Kemudian Gea-pun segera masuk ke rumahnya.

Café Kak Vito…
“Lan. Lo sebenarnya balik ke indo kapan sih?” Tanya Tiara.
“Gue udah sekitar satu mingguan dijakarta ra, tapi gue langsung sibuk ngurus perusahaan bokap. Jadi gue belum sempet ngasih kabar sama kalian, gue minta maaf” kata Dilan.
“tapi Lan. Lo tahu kan kalau sekarang Gea udah punya pacar?” Tanya Rossa polos. Dan membuat Tiara berkata, “sa….??? Shutttt!” sambil menaruh jari di depan mulutnya.
“sebenarnya gue udah tahu kalau Gea udah punya Pacar. soalnya Tadi pagi, gue pergi kerumah Gea tadinya mau ngasih kejutan gue pulang. Ternyata pas sampe disana Gue lihat Gea udah dijemput sama Rei. Dan mereka terlihat mesra banget” kata Dilan.
“Dan lo gak apa – apakan?” Tanya Tiara Memastikan.
Dilan hanya diam dan tersenyum menjawab pertanyaan Tiara.
Mereka terus berbincang-bincang tentang kehidupan dilan di London yang ternyata 2 tahun yang lalu bokap Dilan udah meninggal. Karena itu alasan Dilan lebih lama tinggal di London karena harus mengambil alih perusahaan bokapnya. Alasan dia gak pernah ngasih kabar karena Dilan merasa dia hanya harus Fokus pada sekolah dan pekerjannya itu agar dia cepet selesai dan cepat Kembali ke Indonesia. Dan Dilan-pun tidak menyangka akan membutuhkan waktu sampai Lima tahun untuk dapat kembali ke tempat dimana penuh orang-orang yang selalu dipikirkannya selama Lima tahun di London.

Kamar Gea…
Sambil bersandar dijendela kamarnya yang menghadap keluar. Gea terus memikirkan Dilan.
“Gue seneng lo udah kembali Lan! dan Gue seneng lo baik-baik aja. tapi kenapa? kenapa lo harus datang saat gue seperti ini? lo yang terlalu lama? Apa gue yang gak bisa nunggu lo lebih lama? Sekarang gue harus gimana ngadepin lo? Gue harus biasa aja kayak yang lain? Atau gue harus pura-pura gak perduli lo balik lagi atau engga?” gerutunya.

Kamar Dilan…
Dilan kembali tinggal dirumahnya yang dulu. Dan kebetulan Ben juga menginap Dirumah Dilan.
“wah lama banget gue gak tidur dikamar ini, gak nyangka gue malam ini bisa tidur lagi disini” ujar Ben.
“iyalah yang biasanya tiap hari lo berantakin kamar gue !” kata Dilan. Ben hanya tertawa mendengar ucapan Dilan.
“Gea udah lama pacaran sama Rei?” tambah Dilan sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
“yah sekitar satu tahunanlah” ujar Ben yang dari tadi sibuk mundar-mandir memperhatikan kamar yang udah lama ditinggalkannya juga.
“hhmm” gumam Dilan sambil menaruh lengan dikedua matanya yang terpejam.
“jangan bilang. Kalo lo masih cemburu! Ini udah Lima tahun lo Bro. Gea gak mungkin sebodoh itukan mau nungguin lo yang tanpa kabar” Kata Ben.
Dilan tidak menjawabnya dia hanya terdiam.
“jangan Lan. Kita semua udah susah payah buat bikin Gea nerima Rei” kata Ben sambil berdiri dibalkon luar kamar Dilan.
“maksud lo?” Tanya Dilan bangun dari rebahannya dan mengikuti Ben ke Balkon.
“yaa. Lo tahukan pastinya setelah lo pergi. Gea seperti apa. Dan setelah kehadiran Rei gue sama anak-anak ngerasa Rei bisa buat Ge happy dan setidaknya kerinduannya terhadap lo sedikit terobati. Oleh kehadirannya Rei” jelas Ben.
“tapi tetap saja. Dia berubah. Gak bisa lebih sabar” ujar Dilan.
“lo kecewa?” Tanya Ben.
“lo juga tahu sendiri Ben. Demi apa gue bela-belain ngelarin semua urusan gue di London Cuma buat balik ke Jakarta. Dan setelah gue balik ternyata semuanya udah berubah!” kata Dilan.
“kalau masalah itu gue rasa kalian harus menyelesaikannya berdua, Lan. Karena lo maupun Gea, ataupun Rei kalian sama-sama sahabat gue bro” ujar Ben.
“gak ada yang perlu diselesaikan. Semuanya emang sudah selesai sejak Dia menerima Rei” ujar Dilan.
“lo juga gak bisa Cuma nyalahin Ge, sepenuhnya. Lo harus tahu seperti apa dia dengan sabarnya masih nungguin lo disaat kita semua aja gak ada yang tahu kabar lo disana kayak apa.” Kata Ben.
“Tapi kenyataannya memang dia gak punya lagi kesabaran kan!” kata Dilan.
“oke terserah lo bro mau berpikir seperti apapun, tapi satu hal gue minta sama lo kita ini masih sahabat. Mau kayak gimanapun keadaaan lo sama gea ingat. Kita ini sahabat bro!” kata Ben sambil menepuk pundak Dilan dan masuk ke dalam kamar.
            Ben masuk kembali ke kamar sedangkan Dilan masih berada di balkon luar kamarnya sendiri, dia masih berpikir bahwa kepulangannya memang tak berarti karena orang yang sangat dia rindukan sudah menjadi milik oranglain. Rasa penyesalan karena terlalu lama dan tanpa kabar itu sepertinya semakin dalam Dilan rasakan saat mengetahui kenyataan kalo Gea sudah bersama oranglain sekarang.
            Dilan pulang keindonesia, karena urusan perusahaan yang dilondon sudah bisa diatasi, sekarang dia bisa memantau perusahaan disana dari Indonesia. Kuliahnya-pun belum selesai karena saat bokapnya meninggal Dilan Fokus pada Perusahaan. Dan akhirnya dia memutuskan untuk melanjutkan kuliah dikampus yang sama denga Gea, Ben dan yang lainnya.


#You'remymine
#UPchapter3
#terimakasih
#ygsudahmembaca:)



Tidak ada komentar: