My Story's

Rabu, 29 November 2017

You're My Mine Chapter 4 ^^






 
            Dilan Sudah mulai kuliah, Dia memang mengambil kelas karyawan karena harus sambil bekerja di kantornya dan kuliah hanya dihari jum’at dan sabtu. Sejak Dilan Masuk kuliah semua orang terutama kaum perempuan banyak sekali yang ngejar-ngejar Dilan, ya iyalah cewek mana sih yang tahan lihat Cowok seganteng Dilan apalagi dia lama Di Luar negeri kebayangkan kulitnya yang putih, wajahnya yang so cuteeee, badannya yang tinggi punya sixpack pula bikin cewek – cewek dikampus itu klepek – klepek.

Lapang Basket…
“hei bro, lo tahu gak sama tuh cowo? Katanya dia anak baru gitu pindahan dari luar negeri” kata Ardan.
“siapa? Dilan maksud lo” ujar Rei.
“lo udah kenal dia Man?”
“udah!”
“kok bisa? Kenal dimana lo?”
“tadi malam di cafenya kak Vito waktu perayaan kemenangan Tim basket kita. Dilan sahabat lamanya Gea, Ben sama yang lainnya yang baru balik dari London”
“oh pantesan aja. Gue lihat dia udah akrab banget sama si Ben”
“lagian lo tadi malam, kemana sih? Anak-anak pada ngumpul semua”
“iya sory bro. semalam ade gue sakit dan bokap nyokap gue lagi gak ada dirumah, jadi gue yang jagain. Tapi gimana semalam asyik kan party-nya?”
“menurut lo?” Tanya Rei sambil mulai berlari dilapangan memainkan bola basketnya.
“menurut gue? Yaa kalian pasti happy – happy tadi malam!”
“nah itu loh tahu. Ngapain Tanya bego!” kata Rei.

Tiba-tiba saat masih dikelas Tiara dapat telepon dari Yossi. Lau Tiara mengangkatnya dan mengloadspeaker panggilannya.
“hallo yoss kenapa?”
“ra, lo dimana?
“gue masih dikelas, Bareng Gea sama Rossa. Kenapa emang?
“gini, gue Ben sama Dilan mau pergi kerumah Dilan. Kesana yuk ! kita kan udah lama gak kesana. Lagian sejak Dilan balik ke indo kita belum ngumpul bareng semua”
“emmm… gini aja lo pada duluan aja kesananya ntar gue Gea sama Rossa Nyusul belakangan. Gimana?”
“oh gitu. Ya udah Oke. Lo nanti hati-hati ya sayang”
Lalu Yossi menutup teleponnya.
“Gimana katanya?” Tanya Ben.
“kita disuruh duluan. Katanya ntar mereka nyusul”
“Gila… gue bener – bener gak nyangka lo beneran pacaran sama Si Tiara Yoss” kata Dilan.
“ha ha ha … begitulah Lan gue juga gak nyangka tahu” ujar Yossi.
“itu sejak kapan?” Tanya Dilan.
“Sejak hari perpisahan di SMA Bro dia mah sama sahabat sendiri aja kagak nahan. Ha ha ha “ Ledek Ben.
“Sialan lo Ben!” gerutu Yossi.
“dan lo?” Tanya Dilan.
“gue? Kenapa sama gue?” jawab Ben.
“jangan bilang setelah gue tinggal di London sampai gue balik lo masih aja jomblo?” kata Dilan.
“wkwkwkwkwk lo mah gak tahu si Ben aja Lan. Mana aja cewek yang mau sama nih anak” Ledek balik Yossi.
“eh. Gue mah jomblo juga happy broo. Dari pada gue pacaran sama sahabat sendiri. Kayak dibumi kagak ada cewe lain aja” Bela Ben.
Dilan sedikit terganggu dengan perkataan Ben barusan dia sedikit melamun.
Lalu Yossi menyiku tangan Ben yang masih tertawa.
“apaan sih lo?” Tanya Ben.
Yossi hanya nunjuk ke arah Dilan.
“Lan. Lo gak papa? Lan ? Hello Dilan? Lo gak apa – apa ?” Tanya Ben sambil melambai –lambikan tangan dihadapan wajah Dilan.
Lalu Dilan tersadar, “hahh kenapa. Sory Ben?” katanya.
“Lo kenapa. Siang – siang ngelamun aja” Tanya Ben.
Dilan hanya berkata bahwa dia tidak apa – apa, lalu mereka pun berangkat menuju Rumah Dilan.

Dikelas …
“Gimana Ge? Lo mau kesana juga?” Tanya Tiara.
Gea masih terdiam.
“Ge gimana? Lo mau ikut kerumah Dilan gak?” Tanya Rossa Sekarang.
“kalau lo gak mau juga gak papa sih Ge. Kita bisa bilang lo lagi ada janji aja sama si Rei” kata Tiara.
“tapikan Ge gak ada janji sama Rei. Gak boleh bohong tahu…” ujar Rossa Polos.
“aduh sa, mendingan lo diem Dulu deh !” kata Tiara.
“Gue, gue masih ngerasa semua ini kayak gak nyata aja ra. Gue masih gak percaya kalau Dia benar – benar udah kembali” kata Gea.
“Tapi lo senengkan Ge. Akhirnya Dilan Balik juga. Ini kayak mimpi lo selama ini jadi kenyataan Ge” kata Rossa dengan polosnya.
“ssaa. kamu diem dulu bentar oke sayang” Kata Tiara.
“kenapa sih?” Tanya Rossa.
“udah. Sshhuutttt!” ujar Tiara sambil menutup mulut Rossa dengan tangannya.
“Ge. Gue ngerti, ngertiiiii banget gimana perasaan lo sekarang. Kalau emang lo masih belum mau ketemu Dilan gak apa – apa kok. Beneran” kata Tiara.
“Ra. Gue gak sepenuhnya salah kan?” Tanya Gea.
“engga Ge. Lo gak salah apa – apa kita semua tahu. Kita semua ngerti lo kok!” ujar Tiara.
“tapi tetep aja gue masih ngerasa gue salah, udah khianatin Dilan. Gue gak bisa sedikit lebih bersabar lagi” kata Gea.
“Ge. Ini bukan tentang siapa yang salah dan siapa yang benar. Ini tentang perasaan. Dilan harus ngerti kalau dulu dia berani untuk meninggalkan, itu berarti dia harus berani juga  menanggung resiko dilupakan” kata Tiara.
“iya betul banget tuh Ge, apa yang dikatakan Tiara” sahut Rossa.
“jadi gimana? Ikut gak nih?” Tanya Tiara.
“kayaknya Gue harus ikut deh. Toh kita ini tetep sahabat kan. Yang udah berlalu ya biar aja. Dilan juga mungkin udah lupakan tentang dulu?. Gue ikut!” kata Gea.
“are you sureeeee?” Tanya Tiara.
“aku sih Yes. Ha ha ha” jawab Gea.
            Pada akhirnya Gea mau ikut juga ke rumahnya Dilan.

Rumah Dilan ..
Yossi dan Ben sedan bermain Play Station, sedang Dilan sedang tiduran diatas Sofa dengan sebuah Earphone terpasang di telinganya.
“hei.. hei.. hei… gue lapar nih masak – masak gih” ujar Rossa saat tiba dirumah Dilan diiringi Tiara dan Gea yang berjalan masuk kerumah.
Berhenti sejenak bermain PS-nya dan melirik Rossa,
“lo ya berisik tahu. datang-datang langsung pengen makan aja. dasar lo badan kecil nafsu makan kek gorilla” gerutu Ben yang merasa terganggu bermain gamenya karena suara nyaring Rossa, sehingga Dilanpun bangkit dari berbaringnya dan matanya langsung menatap kedatangan Gea.
“yee… masalah buat lo? Mulut – mulut gue, serah gue mau teriak kek gimana juga huhh !” balas Rossa tak mau kalah.
“lo pada dari dulu gak pernah berubah ya. Heran gue!” kata Dilan sambil menggaruk-garuk kepalanya.
“lo sih yang mulai!” kata Rossa.
“yee.. lo tuh yang teriak-teriak. berisik tahu. Lo kira ini hutan!” ujar Ben.
Sambil kemudian duduk di sofa Gea hanya melihat sekeliling Rumah Dilan, Tiara berkata “udah sa, pala gue pusing denger kalian berduan adu mulut terus”
“iya nih lo pada. Berantem aja. Jatuh cinta baru tahu rasa lo!” sumpah Yossi.
“dihhh! Amit – amit gue. Kek gak ada cewe lain aja di dunia ini” ujar Ben.
“emang siapa juga yang mau sama lo. Dih mendingan jomblo seumur idup deh gue” kata Rossa.
“tahu ah pusing gue denger lo berdua, yank kita kedapur yu ambil cemilan” ajak Yossi.
Saat Rossa dan Ben terus beradu argument, Gea bangkit dari sofa kemudian berjalan ke arah balkon. Tiara dan Yossi pergi kedapur dan Dilan masih terduduk melihat Gea dari belakang.
Dan kemudian Dilan berjalan menghampiri Gea.
“Terlalu lama ya?” kata Dilan.
Gea sedikit kaget mendengar suara Dilan tepat dibelakangnya, Gea masih merasa kaku dan bingung harus bersikap seperti apa. Lalu ia berbalik dan berkata, “hahh? Emmm..” belum selesai bicara Dilan sudah memotongnya sambil berjalan mendekati balkon sehingga sekarang Dilan berdiri menghadap balkon dan Gea berdiri menghadap ke dalam rumah.
“Gimana kabar lo?” kata Dilan.
Lalu Gea berbalik kembali karah balkon.
“emm.. gue. gue.. ya Seperti yang lo lihat Gue baik- baik aja.” Kata Gea.
“ya, tahu kok ketara lo baik – baik aja, dan malahan baik – baik banget” ujar Dilan.
“Maksudnya?” Tanya Gea. (ngapain nanya kalau udah tahu) gerutu gea dalam hatinya.
“gak papa kok!” kata Dilan.
Gea makin merasa aneh dengan sikapnya Dilan. Begitupun Dilan, dia merasa aneh dengannya saat ini. Disatu sisi Dilan senang bisa ngobrol lagi berdua kek gini, tapi di sisi lain Dilan teringat kalau Gea milik Rei membuat dia semakin kesal dan akhirnya sikapnya jadi aneh tehadap Gea.
Tiara dan Yossi datang kembali dari dapur membawa makanan. Ben dan Rossa yang sedang perang mulutpun langsung berhenti dan langsung berburu makanan. Sedangkan Gea dan Dilan masih Dibalkon.
Kemudian handphone Gea berbunyi, ternyata Rei yang menelpon. Dilan tahu itu dia langsung kembali ke dalam.
“Gea mana Lan?” Tanya Tiara.
Dilan hanya menunjukan jempolnya ke arah balkon lalu duduk di dofa dengan wajah lelah.
“hallo Rei?” kata Gea.
“hallo. Tuan putriku. lagi dimana nih? Barusan aku cek ke kelas udah gak ada” Tanya Rei.
“hemm,, iya Rei maaf aku lupa bilang tadi kalau kita semua lagi dirumahnya Dilan” kata Gea.
“Dirumah Dilan?” Tanya Rei sedikit aneh raut wajahnya.
“iya, Rei” kata Gea.
“hemmm gitu ya” kata Rei.
“kamu kesini aja Rei. Lagian rumahnya gak jauh dari kampus kok. Nanti aku sms-in alamatnya” ujar Gea.
“aku kesana gak papa nih?” Tanya Rei.
“loh, emangnya kenapa ? lagian disini juga banyak orang kok” kata Gea.
“ya udah aku otw sekarang yah!” kata Rei.
“hati – hati dijalan. Aku sms-in sekarang alamatnya” kata Gea sambil menutup teleponnya.
Kemudian Gea masuk kedalam rumah.
“Siapa yang telepon?” kata Tiara.
“Rei” jawab Gea.
“oh. Dia mau kesini?” Tanya Tiara lagi.
Gea hanya menganggukan kepalanya dan berkata, “gak apa-apakan?” Tanya Gea.
Tiara hanya tersenyum aneh seolah mengerti keadaan Dilan.
“ya gak papalah Ge. emang Rei siapa sih? Orang kita sering nongki bareng kenapa gak boleh kesini” kata Ben berasa benar.
Tiba-tiba Rossa menjewer telinga Ben sampai Ben memekik kesakitan, dan Rossa membalikkan kepala Ben ke arah Dilan yang sedang duduk bersandar dengan mata terpejam di sofa di belakangnya, Yossi dan Tiara menggerak – gerakan matanya kearah Dilan seolah isyarat buat Ben. Ben lalu memukul – mukul kepalanya merasa menyesal.
“kenapa Ben?” Tanya Gea.
“oh. Gak papa Ge. Ini Cuma pala gue sedikit pusing aja. Iya pusing dikit kok Ge” ujar Ben.
Lalu tiba – tiba suara Bel-pun berbunyi. Ben langsung berdiri dan berkata
“itu pasti Rei. Gue yang bukain oke.” Namun tiba – tiba Dilan berdiri sambil berjalan ke bawah “Gue aja yang buka” katanya Lalu pergi untuk membuka pintu, karena memang tempat mereka biasa ngumpul dilantai atas yang langsung mengarah ke balkon luar dekat kamarnya Dilan.


*************************************************************************************



pemberitahuan bahwa You're My Mine Ini hanya Up diblog resmi saya 
#alindastories.blogspot.com - mystory's
dan Akun Wattpad saya @alindakhaliva. 
jadi jika ada yang mem-posting cerita ini diblog ataupun akun yang lain tanpa komfirmasi dan ijin share dari saya sendiri mohon untuk menghubungi saya di Line : Nda_Lynda20 ^^

Terimakasih bagi yang sudah membaca :)
Terimakasih atas kerjasamanya ^^





Tidak ada komentar: